Dua Jemaah Haji Mataram Wafat di Tanah Suci

  • 21 Mei 2025 14:38 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Seorang jemaah haji atas nama Sugianto (69), warga Lingkungan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) Embarkasi Lombok (LOP) dikabarkan wafat di Tanah Suci pada Rabu (21/5/2025), pukul 07.12 Waktu Arab Saudi (WAS). Almarhum menghembuskan napas terakhir di Hotel Diyar Al Shishah, Mekkah, setelah sebelumnya melaksanakan salat Subuh.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Petugas Haji Daerah (PHD) Kota Mataram, M. Irwan Rahadi, yang saat ini mendampingi jemaah di Mekkah. Jenazah almarhum masih dalam proses penanganan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Mekkah untuk dimandikan, disalatkan di Masjidil Haram.

“Almarhum luar biasa semangatnya dalam menjalankan ibadah, bahkan hingga kemarin siang masih aktif bersama rombongan. Subuh tadi sempat salat berjamaah di kamar, lalu wafat tak lama setelahnya,” ujar Irwan Rabu (21/5/2025) yang terhubung melalui telephon selular

Sugianto tergabung dalam Kloter 3 bersama jemaah asal Kota Mataram lainnya. Semangatnya dalam menunaikan seluruh rangkaian ibadah, meski usia tak lagi muda, menjadi inspirasi tersendiri di antara sesama jemaah.

Kabar ini datang hanya beberapa hari setelah wafatnya jemaah lainnya dari Kota Mataram, yaitu Marhanah Muhammad (81), warga Lingkungan Sukaraja Timur, Kecamatan Ampenan, pada Jumat, 16 Mei 2025. Almarhumah wafat setelah menyelesaikan ibadah umrah wajib di Makkah dan sempat mendapatkan perawatan medis.

“Beliau wafat setelah menjalani seluruh rangkaian ibadah, termasuk arbain di Madinah. Jenazahnya disalatkan di Masjidil Haram dan dimakamkan di Pemakaman Soraya,” terang Irwan.

Pemerintah Kota Mataram bersama Kemenag Kota Mataram langsung bergerak memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.

Asisten I Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan takziah dan menyampaikan hak-hak yang akan diterima oleh keluarga almarhum dan almarhumah.

“Kami silaturahim ke rumah duka, tahlil dan doa bersama. Kepala Kemenag juga menjelaskan hak-hak seperti badal haji, perlengkapan yang dibawa pulang, hingga asuransi,” jelas Martawang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....