Empat JCH Embarkasi Lombok Gagal Berangkat Haji

  • 16 Mei 2025 10:59 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Sebanyak empat Jemaah Calon Haji (JCH) asal Embarkasi Lombok dipastikan gagal menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci tahun ini. Keempat jamaah tersebut batal berangkat akibat alasan kesehatan dan kondisi khusus yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.

Pelaksana Harian Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Mataram, Suparlan, menjelaskan satu orang JCH asal Lombok Barat diketahui sedang hamil muda, sementara tiga lainnya mengalami gangguan kesehatan serius. Dua orang di antaranya merupakan JCH asal Kabupaten Bima yang tengah menjalani perawatan akibat penyakit Tuberkulosis (TBC), dan satu JCH asal Kabupaten Sumbawa mengalami serangan stroke.

Pelaksana Harian Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Mataram, Suparlan, saat ditemui di asrama haji NTB. (Foto: RRI/Halwi)

“Hamil, TBC, dan stroke jumlahnya empat orang yang akhirnya batal berangkat. Insyaallah, jika tahun depan kondisinya sudah membaik, mereka akan diprioritaskan oleh Kemenag,” ujar Suparlan saat ditemui di Asrama Haji, Jumat (16/5/2025).

Dua dari empat JCH saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat (RSUP NTB). Kondisi mereka belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan panjang dan melewati rangkaian ibadah haji yang cukup berat.

"Jadi kita pastikan gagal untuk tahun ini dan kita sudah memberitahukan keluarganya dan keluarganya sudah bisa menerima," kata Suparlan.

Sementara itu, satu dari JCH yang sebelumnya sempat dinyatakan pulih dan dijadwalkan kembali bergabung di Kloter 11, mengalami serangan stroke saat berada di Asrama Haji. Jamaah tersebut akhirnya kembali dirujuk ke RSUP NTB untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

“Yang stroke itu sempat kami nyatakan sembuh dan rencana berangkat di Kloter 11. Tapi saat kembali ke asrama, kondisinya menurun dan langsung kami rujuk kembali ke rumah sakit,” tambah Suparlan.

Meski gagal berangkat tahun ini, keempat JCH tersebut tetap mendapat perhatian dan pendampingan dari petugas haji serta dinas terkait. Pemerintah melalui Kementerian Agama juga berkomitmen untuk memberikan prioritas pemberangkatan kepada mereka di musim haji mendatang apabila kondisi kesehatan sudah memungkinkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....