Cuaca Panas Ancam Kesehatan Jemaah Haji, Dinkes Lotim Berikan Imbauan
- 13 Mei 2025 21:04 WIB
- Mataram
KBRN, Lombok Timur: Menghadapi musim haji 2025 yang diperkirakan berlangsung dalam kondisi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi, Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Timur ( Lotim) mengimbau para calon jemaah haji (CJH) untuk menjaga kondisi fisik dan mematuhi anjuran kesehatan. Hal ini guna menghindari risiko gangguan kesehatan, terutama bagi jemaah lanjut usia dan penderita hipertensi.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Dr. H. Pathurrahman, mengatakan bahwa suhu tinggi selama pelaksanaan ibadah haji bisa menjadi tantangan serius bagi kesehatan jemaah. Oleh karena itu, pihaknya telah memberikan sejumlah tips kesehatan kepada CJH untuk mengantisipasi dampak cuaca panas.
“Jemaah diimbau untuk rutin memeriksakan kesehatan, minum obat sesuai anjuran dokter, serta menjaga pola makan yang sehat dan seimbang,” jelasnya. Selasa ( 13/5/2025)
Dr. Pathurrahman juga menekankan pentingnya menghindari minuman berkafein dan bersoda, serta mengurangi konsumsi garam, gula, dan minyak. Sebaliknya, jemaah dianjurkan memperbanyak minum air putih dan konsumsi buah serta sayur.
Untuk menjaga kebugaran fisik, CJH disarankan agar cukup beristirahat dan melakukan aktivitas ringan seperti jalan kaki atau senam lansia. Hindari kelelahan dan stres yang bisa memicu kambuhnya penyakit, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi.
“Jangan tunggu haus. Minumlah air putih secara berkala, dan gunakan pelindung seperti payung, topi, atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan. Pakaian longgar berbahan katun juga sangat dianjurkan,” tambahnya.
Berdasarkan data dari Dinkes Lombok Timur, dari total calon jemaah haji yang telah diperiksa, sebanyak 42 persen (278 orang) dinyatakan istitha’ah atau layak berangkat tanpa pendamping. Sebanyak 56 persen (366 orang) dinyatakan istitha’ah dengan pendamping obat, yang artinya membutuhkan pengawasan medis selama pelaksanaan ibadah. Sementara itu, 2 persen (11 orang) dinyatakan istitha’ah dengan pendamping khusus karena kondisi kesehatan tertentu.
Dr. Pathurrahman menyebutkan bahwa penyakit paling banyak ditemukan pada CJH asal Lombok Timur tahun ini adalah hipertensi, kondisi yang juga mendominasi pada tahun-tahun sebelumnya. Dinas Kesehatan akan terus memantau dan memberikan pendampingan kepada para jemaah haji, khususnya yang memerlukan perhatian medis lebih intensif, agar ibadah haji dapat dijalankan dengan lancar dan aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....