Polisi Tangkap Terduga Pelaku yang Intimidasi Dua WNA di Pelabuhan Bangsal
- 08 Sep 2026 20:02 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Polisi menangkap satu orang yang diduga menjadi pelaku intimidasi terhadap wisatawan asing, Selasa 8 September 2026. WNA tersebut menjadi korban intimidasi saat berlabuh di Pelabuhan Bangsal, Minggu 6 September 2026.
Penangkapan tersebut dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Lombok Utara, Iptu I Komang Wilandra. “Benar, kami sudah menangkap satu orang yang diduga menjadi pelaku intimidasi,” ujarnya saat dikonfirmasi dari Mataram.
Wilandra menjelaskan, terduga pelaku ditangkap setelah video tersebut viral di media sosial, meskipun tidak ada laporan dari pihak korban. Terduga pelaku diamankan di wilayah Kecamatan Pemenang, Selasa sore.
“Sudah diamankan di Polsek Pemenang. Merupakan komitmen kami untuk menjaga keamanan dan ketertiban, baik bagi turis maupun pelaku wisata,” ungkap dia.
Persoalan ini muncul saat dua turis asing perempuan berlabuh di Pelabuhan Bangsal usai berlibur di kawasan Gili. Salah seorang turis memesan taksi hotel untuk pergi dari pelabuhan.
Akan tetapi, saat taksi pesanan sudah datang, sejumlah pria di Pelabuhan Bangsal mendatangi kedua turis tersebut dan mulai mengganggu. Para pria tersebut memaksa kedua turis untuk menggunakan transportasi pelabuhan.
“Selama kurang lebih 30 menit, sebanyak 3-5 orang mengganggu dan mengintimidasi kami,” kata salah seorang turis, sebut saja Lena.
Lena mengaku, pria tersebut memberikan tarif hingga Rp500 ribu untuk sekali perjalanan menuju kawasan Selong Belanak, Lombok Tengah. Namun, Lena dan kawannya menolak karena sudah terlanjur memesan taksi hotel.
Akhirnya, lanjut Lena, pria tersebut meminta uang Rp150 ribu sebagai syarat karena tidak menggunakan transportasi pelabuhan. Dengan terpaksa, Lena dan temannya mengeluarkan uang Rp150 ribu tersebut dan kemudian pergi menggunakan taksi hotel.
Wilandra mengatakan, kini pihaknya meningkatkan patroli di kawasan Pelabuhan Bangsal usai insiden pemalakan terjadi. “Supaya tidak ada lagi perbuatan serupa,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....