Pencuri Mesin Air Nyaris Dimassa RRI.CO.ID, Sumbawa — Seorang terduga pelaku pencuria

  • 11 Agt 2026 15:29 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa — Seorang terduga pelaku pencurian mesin air berinisial S (40) nyaris menjadi sasaran amukan massa di Desa Selante, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Senin 10 Agustus 2026 sore. Polisi bergerak cepat mengevakuasi pria tersebut dari kepungan warga sebelum situasi semakin memanas.

Personel Polsek Plampang, Polres Sumbawa, langsung mengamankan S setelah warga menghentikan mobil pikap L-300 yang membawa terduga pelaku ke depan Kantor Desa Selante. Polisi kemudian membawa S menjauh dari kerumunan untuk mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri.

Peristiwa itu bermula sekitar pukul 17.00 Wita. Wakapolsek Plampang menerima informasi dari Ketua BPD Prode SP I, Sahnun, mengenai penghadangan sebuah mobil L-300 oleh warga di Desa Selante.

Mobil tersebut dikemudikan SR (42), warga Dusun Lenang Jerawa, Desa Prode SP I. SR merupakan pemilik mesin air yang sebelumnya diduga dicuri. Dalam perjalanan, SR membawa S yang disebut telah mengakui perbuatannya terkait pencurian mesin air tersebut.

Kapolres Sumbawa melalui Wakapolsek Plampang, mengatakan, mendapat laporan itu, jajaran Polsek Plampang segera mendatangi lokasi. Wakapolsek Plampang mengerahkan anggota piket jaga Regu III untuk memastikan situasi sekaligus mencegah terjadinya tindakan kekerasan terhadap terduga pelaku.

Sekitar pukul 17.05 Wita, petugas tiba di Desa Selante. Saat itu, sejumlah warga telah berkumpul di depan Kantor Desa Selante.

Kehadiran mobil L-300 yang membawa S langsung menarik perhatian warga. Massa yang berada di lokasi sempat menduga S sebagai pelaku pencurian ternak sapi. Dugaan itu muncul di tengah keresahan warga Desa Selante akibat maraknya kasus kehilangan sapi.

Warga kemudian menghentikan kendaraan tersebut. Ketika S turun dari mobil, sebagian massa langsung melayangkan pukulan. Situasi pun dengan cepat memanas.

S sempat berusaha melarikan diri menuju areal persawahan di belakang Kantor Desa Selante. Namun, warga mengejarnya dan kembali melakukan aksi kekerasan terhadap pria tersebut.

Melihat massa semakin banyak dan situasi tidak terkendali, personel Polsek Plampang segera turun tangan. Polisi melerai warga dan mengamankan S dari kepungan massa.

“Melihat situasi yang memanas, anggota piket jaga Polsek Plampang yang berada di lokasi langsung bertindak cepat melerai massa. Mengingat konsentrasi massa terus bertambah di Kantor Desa Selante, petugas segera mengevakuasi terduga pelaku berinisial S,” ujar Wakapolsek Plampang.

Polisi kemudian membawa S ke arah wilayah Labangka untuk menghindari aksi massa. Langkah tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan terduga pelaku sekaligus mencegah bentrokan antara warga dan aparat.

S diketahui merupakan seorang petani asal Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, yang kini berdomisili di wilayah SP I. Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi, polisi membawa S ke Mapolsek Plampang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

S tiba di Mapolsek Plampang sekitar pukul 19.50 WITA. Polisi selanjutnya memberikan penanganan medis setelah mendapati sejumlah luka pada tubuh S akibat aksi pemukulan massa.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan S mengalami luka lecet pada bagian kepala, lebam pada kedua mata, luka pada bibir, serta luka pada bagian bahu.

Polisi memastikan proses hukum terhadap S tetap berjalan sesuai ketentuan. Aparat juga akan mendalami dugaan pencurian mesin air yang sebelumnya dilaporkan pemiliknya.

Sementara itu, satu unit mesin air yang menjadi barang bukti dalam perkara tersebut masih berada pada korban untuk kepentingan proses penyelidikan lebih lanjut.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana. Setiap dugaan pelanggaran hukum harus diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai aturan yang berlaku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....