Bom di Monako Lukai Taipan Ukraina, Polisi Buru Pelaku ke Prancis
- 30 Jun 2026 19:17 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Polisi memburu seorang terduga pelaku setelah bom paket meledak di sebuah gedung apartemen di Monako dan melukai pengusaha Ukraina, Vadym Yermolaiev, serta dua orang lainnya. Aparat setempat menyebut ledakan itu bukan aksi terorisme.
Ledakan terjadi Senin 29 Juni 2026, sekitar pukul 21.00 waktu setempat, di sebuah apartemen di Rue Révérend Père Louis Frolla, dekat perbatasan Monako dan Prancis. Pemerintah Monako menyatakan ledakan tersebut berasal dari sebuah bom yang dikemas dalam paket.
Jaksa Monako Stéphane Thibault mengatakan tiga orang terluka akibat ledakan itu. Dua korban mengalami luka serius dan kini dirawat di rumah sakit di Nice, Prancis.
“Dua orang berada dalam kondisi kritis di rumah sakit di Nice. Perempuan itu mengalami luka paling parah,” kata Thibault dalam konferensi pers, Selasa 30 Juni 2026, dikutip BBC.
Polisi menduga hanya ada satu pelaku dalam serangan tersebut. Thibault mengatakan penyidik masih mengumpulkan bukti dan belum mengategorikan kejadian itu sebagai aksi terorisme.
Menteri Negara Monako Christophe Mirmand mengatakan pelaku diduga melarikan diri ke wilayah Prancis setelah ledakan. Polisi menemukan rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan seorang pria meninggalkan sebuah tas ransel di lobi gedung sebelum ledakan terjadi.
“Pelaku tampaknya pergi menuju Prancis,” kata Mirmand kepada stasiun televisi Prancis BFM TV.
Polisi Monako dan Prancis mengerahkan lebih dari 100 personel untuk mencari pelaku. Aparat melakukan pencarian di kawasan Beausoleil, wilayah Prancis yang berbatasan langsung dengan Monako.
Mirmand mengatakan alat peledak yang digunakan dalam serangan itu diduga berisi baut dan butiran logam. Dua korban lain juga terluka akibat pecahan kaca dari jendela toko di sekitar lokasi ledakan.
Menurut laporan media Prancis, tiga korban yang mengalami luka serius diduga merupakan Yermolaiev, pasangannya, dan anak laki-lakinya yang berusia 13 tahun. Aparat setempat belum mengonfirmasi identitas seluruh korban.
Yermolaiev merupakan pengusaha properti berusia 58 tahun asal Dnipro, Ukraina. Ia tinggal di Monako dan memiliki bisnis di sektor properti serta industri minuman di wilayah Krimea yang berada di bawah kendali Rusia.
Pemerintah Ukraina menjatuhkan sanksi terhadap Yermolaiev sejak 2023. Ia juga diketahui telah melepas kewarganegaraan Ukraina pada 2019 dan kini menjadi warga negara Siprus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....