Polisi Tangani Kasus Amuk Massa Tewaskan Terduga Pencuri di Lombok Barat
- 27 Mei 2026 10:28 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Kasus dugaan pencurian yang berujung aksi penganiayaan hingga menyebabkan seorang pria meninggal dunia mengguncang warga Dusun Mapak Reong, Desa Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Peristiwa tragis itu kini ditangani serius oleh jajaran Polsek Labuapi, Polres Lombok Barat, setelah seorang terduga pelaku pencurian berinisial SA alias U meninggal dunia usai menjadi sasaran amuk massa.
Insiden tersebut terjadi pada Minggu dini hari, 24 Mei 2026, sekitar pukul 00.15 WITA di Jalan Raya Mapareo. Situasi mencekam bermula ketika seorang warga berinisial SM berteriak “maling” yang kemudian memicu kepanikan warga sekitar.
Teriakan itu langsung mengundang perhatian warga lainnya, termasuk MI, MA, dan YU yang kemudian bersama-sama melakukan pengejaran terhadap SA. Warga yang terbangun dari tidur pun ikut berlarian mengejar pria yang disebut-sebut berusaha kabur tersebut.
Dalam upaya melarikan diri, SA yang diketahui bekerja sebagai tukang kayu diduga mengacungkan sebilah parang ke arah warga yang mengejarnya. Ketegangan memuncak saat pria berusia 39 tahun itu mengayunkan parang ke arah MA yang mencoba menghentikannya.
Parang yang diayunkan terlepas dari tangan SA dan mengenai bagian leher belakang MA hingga menyebabkan luka lecet. Situasi yang semakin panas membuat warga yang telah mengepung SA langsung menangkapnya.
Tak lama setelah ditangkap, emosi massa disebut tak terkendali hingga terjadi aksi pengeroyokan terhadap SA. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka robek di bagian kepala dan punggung.
Kapolres Lombok Barat melalui Kapolsek Labuapi, Ipda Selamet Riadi, SH., MH., menegaskan pihak kepolisian masih mendalami seluruh rangkaian kejadian dengan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi.
“Kami saat ini terus mendalami keterangan saksi-saksi di lapangan secara menyeluruh. Kami juga telah berkomunikasi dengan pihak keluarga, sekaligus berkoordinasi guna menjaga kondusivitas Kamtibmas di wilayah hukum kami,” ujarnya.
Di tengah situasi ricuh tersebut, seorang anggota BPD Desa Kuranji Dalang berinisial MH datang melintas menggunakan sepeda motor dan berusaha menyelamatkan SA dari amukan warga.
MH kemudian merangkul korban dan mengevakuasinya menuju Rumah Sakit Kota Mataram untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
Polsek Labuapi selanjutnya berkoordinasi dengan RS Bhayangkara guna penanganan lanjutan terhadap kondisi korban. Tim medis disebut telah melakukan operasi terhadap SA mulai pukul 14.00 WITA hingga pukul 16.35 WITA.
| Baca juga: Sedang Isi Bensin, Mahasiswi Dilecehkan ODGJ |
Namun setelah menjalani observasi pascaoperasi, kondisi korban terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.02 WITA.
Dalam proses penyelidikan, aparat kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya satu unit Air Cooler merek Sharp warna hitam, satu bilah parang, satu buah Magicom merek Miyako warna hitam ungu, serta satu lembar karpet warna ungu.
Ipda Selamet Riadi mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu liar dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
“Kami meminta masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum. Kami pastikan proses penyelidikan akan berjalan secara objektif, transparan, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” katanya menegaskan.
Pihak kepolisian juga mengajak seluruh masyarakat Lombok Barat menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif pasca-insiden tersebut.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi sehingga situasi Kamtibmas di wilayah Lombok Barat tetap aman dan terkendali,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....