Perang Kelompok di Bima, Diduga karena Lomba Lari 100 Meter

  • 18 Mar 2026 14:51 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Dua kubu masyarakat yang berasal dari Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupeten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) bentrok, pada Rabu 18 Maret 2026. Kedua kelompok yakni dari kampo (kampung) Bante dan Tolo. Kedua kelompok saling serang menggunakan batu, kayu, busur panah dan membawa senjata tajam (sajam) dan lainnya.

Ketegangan dua massa mulai dini hari hingga pagi. Polisi yang berada dilokasi berusaha meredam kedua massa yang terlibat tawuran. Pada kesempatan itu, aparat kepolisian terpaksa mengeluarkan tembakan gas air mata untuk memisahkan dua kelompok warga.

Salah satu warga Desa Tente, Mus (39) membenarkan bahwa adanya perang antar-warga. Dugaan sementara peristiwa itu bermula dari lomba lari 100 meter.

"Menurut info, berawal masalah lomba lari 100 meter," kata Mus kepada RRI, Rabu 18 Maret 2026.

Mus menambahkan, saat perlombaan lari 100 meter terjadi gesekan antar warga hingga terjadi aksi pengeroyokan.

"Informasi yang beredar ada dugaan pengeroyokan yang dilakukan anak-anak Bante terhadap orang kampo (Kampung) Tolo saat lomba lari 100 meter,," ungkapnya.

Hingga saat ini, Kapolsek Woha dan jajaran nya belum memberikan keterangan resmi terkait perang antar warga yang terjadi di wilayah hukumnya.

Saat ini situasi kedua kubu masih masih panas, aparat kepolisian masih melakukan penjagaan ketat di lokasi kejadian.

Sekedar diketahui, akibat kejadian itu terdapat sejumlah warga mengalami luka-luka dan dilarikan ke Puskesmas untuk mendapat perawatan medis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....