Mayat Pria Mengapung di Pesisir Senggigi ternyata Warga Bali
- 09 Mar 2026 20:59 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Warga di kawasan pesisir Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah pria yang mengapung di perairan laut pada Minggu pagi, 8 Maret 2026.
Penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WITA setelah seorang warga melihat benda mencurigakan yang menyerupai tubuh manusia terapung di perairan Pantai Kerandangan 1. Arus laut yang cukup kuat kemudian menyeret jasad itu hingga mendekati area mercusuar Pantai Senggigi.
Laporan warga segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian yang langsung bergerak melakukan koordinasi dengan tim gabungan untuk mengevakuasi jenazah dari tengah laut.
Kapolres Lombok Barat melalui Kapolsek Batulayar AKP I Putu Krisna Varananda menjelaskan pihaknya langsung melakukan langkah cepat setelah menerima laporan masyarakat.
“Setelah menerima laporan dari warga, kami segera berkoordinasi dengan Sat Polairud Polres Lombok Barat dan tim Basarnas NTB untuk melakukan evakuasi. Posisi jenazah saat itu berada di sekitar menara mercusuar setelah sebelumnya terbawa arus dari arah Kerandangan,” ujarnya.
Sekitar pukul 11.30 WITA, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud Polres Lombok Barat, serta Babinsa Senggigi menuju lokasi menggunakan perahu karet. Proses evakuasi akhirnya berhasil dilakukan pada pukul 12.02 WITA.
Jenazah kemudian dibawa ke tepi pantai di depan Pasar Seni Senggigi sebelum selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans Desa Senggigi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk proses identifikasi.
Di rumah sakit, petugas medis bersama unit identifikasi kepolisian melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah yang saat itu masih berstatus Mr X. Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diperkirakan berusia sekitar 50 hingga 60 tahun.
Beberapa barang yang ditemukan melekat di tubuh korban menjadi petunjuk penting untuk mengungkap identitasnya, di antaranya baju lengan panjang berwarna keunguan, celana pendek biru, jam tangan silver, gelang tangan silver, kalung, serta gelang benang berwarna.
Informasi penemuan jenazah tersebut kemudian menyebar hingga ke luar daerah. Tidak lama berselang, pihak kepolisian menerima kabar bahwa ada keluarga di Bali yang tengah mencari anggota keluarganya yang hilang saat memancing di laut.
“Kami mendapatkan informasi dari Bali bahwa ada warga yang dilaporkan hilang saat memancing dengan ciri-ciri pakaian serta aksesori yang sama dengan jenazah yang ditemukan. Pihak keluarga kemudian langsung datang ke Lombok untuk memastikan identitas korban,” katanya.
Titik terang akhirnya muncul sekitar pukul 16.00 WITA ketika adik kandung korban tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. Setelah melihat langsung kondisi jenazah, ia memastikan bahwa korban adalah kakaknya yang berinisial IWS (53), warga Sanur, Denpasar Selatan, Bali.
Diketahui, korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat, 6 Maret 2026, saat memancing menggunakan perahu di perairan Pantai Sanur.
Diduga korban mengalami kecelakaan laut hingga akhirnya terseret arus lintas selat dan terbawa sampai ke perairan Lombok Barat. Keluarga mengenali korban dari pakaian, kalung, dan gelang yang terakhir kali dikenakan.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan memilih tidak dilakukan proses otopsi. Surat penolakan otopsi serta berita acara serah terima jenazah kemudian dilengkapi oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Batulayar.
Jenazah rencananya akan dipulangkan ke Bali pada malam hari menggunakan speedboat milik keluarga setelah mendapatkan izin dari pihak Syahbandar dan Danlanal setempat.
“Keluarga sudah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi. Jenazah akan segera dipulangkan ke Bali agar proses pemakaman dapat dilaksanakan di kampung halamannya,” katanya mengakhiri.