Tiga Anggota Polres Bima Dipecat Secara Tidak Terhormat
- 06 Okt 2026 16:50 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bima, AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar memimpin upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap tiga orang personel.
Ketiga anggota Polri tersebut, yakni masing-masing berinisial MR, HF dan NA. Ketiganya dikenakan sanksi pemberhentian dengan tidak hormat setelah dinilai melakukan pelanggaran berat terhadap kode etik profesi Polri, termasuk ketidakhadiran tanpa keterangan atau in absensia.
Upacara tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran Polres Bima Kabupaten. Tidak hanya sebagai pelaksanaan keputusan institusi, tetapi juga sebagai peringatan keras kepada seluruh personel agar senantiasa menjaga disiplin, integritas serta kehormatan institusi Polri.
Dalam amanatnya, Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar mengingatkan bahwa setiap anggota Polri merupakan pribadi yang mendapatkan kepercayaan besar dari negara untuk menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Menurutnya, kesempatan untuk mengenakan seragam Bhayangkara bukanlah sesuatu yang dapat dianggap biasa.
"Seluruh personel yang berdiri hari ini adalah pribadi-pribadi yang diberikan kehormatan oleh negara untuk mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat," kata Kapolres, Selasa 6 Oktober 2026.
Perwira menengah Polri menambahkan, tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk menjadi anggota Polri. Karena itu, seragam yang dikenakan setiap personel sejatinya merupakan simbol kepercayaan dan kehormatan yang diberikan bangsa dan negara.
Namun, di sisi lain, Kapolres menyebut institusi harus mengambil keputusan tegas ketika terdapat anggota yang melakukan pelanggaran berat.
"Hari ini kita dihadapkan pada kenyataan yang tidak kita inginkan bersama, yaitu upacara pemberhentian dengan tidak hormat," ujarnya.
Kapolres menegaskan keputusan PTDH terhadap tiga personel tersebut bukanlah keputusan yang diambil secara tiba-tiba. Keputusan itu telah melalui proses panjang sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku di lingkungan Polri.
"Namun demi kepastian dan menjaga citra serta wibawa Polri, maka keputusan PTDH harus diberikan dan dilaksanakan," tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh personel bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Begitu pula setiap pilihan yang diambil seorang anggota akan menentukan masa depannya sendiri.
"Setiap tindakan memiliki konsekuensi dan setiap pilihan yang diambil oleh setiap individu akan menentukan masa depannya sendiri," kata Kapolres.
Karena itu, AKBP Muhammad Anton meminta seluruh anggota Polres Bima Kabupaten menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran penting agar tidak terjerumus pada pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun institusi.
Kapolres bahkan memberikan penekanan khusus terhadap persoalan narkoba. Ia memastikan tidak akan memberikan ruang kompromi kepada personel yang terlibat dalam peredaran gelap narkotika.
"Saya tegaskan tidak ada kompromi bagi personel Polres Bima Kabupaten yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam peredaran gelap narkoba. Saya pastikan akan mendapatkan tindakan tegas tanpa kompromi," ucapnya menegaskan.
Selain menekankan kedisiplinan internal, Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar mampu menghadirkan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat.
"Hadirlah di tengah masyarakat sebagai penyejuk dan bukan untuk menakut-nakuti masyarakat," bebernya.
Kapolres berharap seluruh personel mampu melaksanakan tugas yang dipercayakan negara dengan penuh tanggung jawab serta senantiasa menjaga nama baik institusi.
Peristiwa PTDH terhadap tiga personel tersebut, kata dia, harus dijadikan pelajaran pahit yang tidak boleh kembali terulang.
Di akhir amanatnya, Kapolres kembali mengingatkan seluruh jajaran agar menghindari berbagai bentuk pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik institusi Polri.
Ia mengajak seluruh anggota untuk menjadi insan Bhayangkara yang mampu menjaga kehormatan profesi, dekat dengan masyarakat dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.
"Jadilah insan Bhayangkara yang dekat dan dicintai oleh masyarakat," ujar dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....