Razia Gabungan Lapas Lombok Barat Perkuat Komitmen Zero Halinar

  • 18 Sep 2026 05:29 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Lapas Kelas IIA Lombok Barat melakukan razia gabungan bersama TNI, Polri, dan BNN untuk memperkuat komitmen menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dari narkoba dan barang terlarang.
  • Operasi pada Rabu 16 September 2026 meliputi pemeriksaan insidentil terhadap kamar hunian warga binaan di Blok Selaparang dengan melibatkan tes urine secara acak.
  • Pemeriksaan dilakukan terhadap warga binaan dan pegawai lapas untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan narkoba dan barang terlarang di dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan.

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat dalam menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dari narkoba dan barang terlarang kembali diperkuat. Petugas bersama Aparat Penegak Hukum (APH) menggelar razia gabungan sekaligus tes urine secara acak terhadap warga binaan dan pegawai, Rabu 16 September 2026 malam.

Operasi tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, serta Badan Narkotika Nasional (BNN). Pemeriksaan dilakukan secara insidentil dengan menyasar sejumlah kamar hunian warga binaan di Blok Selaparang.

Petugas tidak hanya memeriksa area hunian, tetapi juga menelusuri barang-barang milik warga binaan sebagai bagian dari langkah deteksi dini terhadap kemungkinan adanya narkotika maupun barang yang dilarang berada di dalam lapas.

Hasil pemeriksaan malam itu menunjukkan tidak ditemukan narkotika ataupun alat komunikasi ilegal. Pemeriksaan juga dilanjutkan dengan tes urine secara acak terhadap pegawai dan warga binaan, dengan seluruh peserta dinyatakan negatif.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Barat, Ketut Akbar Herry Achjar, menegaskan bahwa keterlibatan lintas institusi menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pengawasan di lingkungan pemasyarakatan.

“Sinergi dengan APH merupakan langkah strategis dalam memperkuat pengawasan dan deteksi dini. Kami ingin memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap aman, tertib, dan tidak menjadi ruang bagi peredaran narkoba maupun masuknya barang-barang terlarang,” ujar Akbar.

Menurut dia, pengawasan tidak cukup dilakukan secara internal. Kolaborasi dengan aparat penegak hukum diperlukan untuk memperkuat pencegahan sekaligus memastikan potensi gangguan keamanan dapat diketahui lebih awal.

Sementara itu, Kepala Lapas Lombok Barat Dadang Rais Saputro mengatakan razia gabungan dan tes urine menjadi bagian dari upaya preventif untuk mempertahankan kondisi lapas yang aman sekaligus mempertegas komitmen Zero Halinar.

“Kami terus memperkuat pengawasan dan deteksi dini melalui kegiatan seperti ini. Sinergi bersama TNI, Polri, dan BNN menjadi bagian penting untuk memastikan Lapas Lombok Barat tetap aman, tertib, dan bebas dari handphone serta narkoba,” ujar Dadang.

Langkah pengawasan tersebut akan terus diperkuat melalui koordinasi dengan APH. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, upaya itu diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung proses pembinaan warga binaan.

“Pengawasan akan terus kami lakukan sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga integritas dan keamanan lapas,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....