Polsek Narmada Amankan Pawai Ogoh-ogoh di Suranadi

  • 18 Mar 2026 19:30 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Polsek Narmada melakukan pengamanan ketat pada pawai ogoh-ogoh dan pecaruan di Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Rabu 18 Maret 2026. Kegiatan budaya menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 itu berlangsung meriah di tengah suasana Ramadan.

Sebanyak 31 personel diterjunkan dalam pengamanan tersebut dan dipimpin langsung Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan. Aparat melakukan pengawalan sejak pagi untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.

“Kami melaksanakan pengamanan dan pengawalan penuh, agar kegiatan berjalan aman, tertib, serta tetap menghormati masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa,” ujar Kadek.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan di Kantor Desa Suranadi sekitar pukul 08.00 Wita. Dalam arahannya, Kapolsek mengingatkan panitia dan peserta untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Peserta kami ingatkan tidak membawa atau mengonsumsi minuman keras, serta saat adzan gamelan dihentikan sebagai bentuk toleransi,” ungkapnya.

Sekitar 2.000 umat Hindu mengikuti pawai tersebut dengan menampilkan 14 ogoh-ogoh dari berbagai banjar di Suranadi, Peresak, dan Buwun Sejati. Rute pawai dimulai dari Simpang Empat Gontoran, melintas Kantor Desa Suranadi, hingga berakhir di Wantilan depan Pura Suranadi.

Sebelum pawai dimulai, Kapolsek juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada peserta dan pecalang. Ia mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam menjaga ketertiban.

“Kami mengapresiasi seluruh elemen masyarakat dan pecalang. Mari jaga komitmen bersama, agar kegiatan tetap aman dan tertib,” katanya.

Pawai dilepas sekitar pukul 12.35 Wita dan berlangsung meriah. Peserta menampilkan atraksi memutar ogoh-ogoh diiringi tari dan gamelan, disertai penjelasan filosofi masing-masing karya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pecaruan dan sembahyang bersama di area Pura Suranadi hingga sore hari. Seluruh kegiatan berakhir sekitar pukul 17.45 Wita dan dilanjutkan dengan prosesi pralina atau pembakaran ogoh-ogoh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....