Langkah Berani HDW Singkirkan "Tikus Kantor" Pengerat Kebocoran PDAM

  • 07 Mei 2026 07:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu - Plt Direktur PDAM Tirta Rora Dompu, Didi Wahyudi (HDW), mulai melakukan pembenahan menyeluruh dan aksi bersih-bersih internal di tubuh perusahaan daerah tersebut.

Langkah tegas itu dilakukan setelah ditemukan sejumlah dugaan penyimpangan yang dinilai menjadi penyebab utama tidak sehatnya kondisi keuangan PDAM selama bertahun-tahun.

Menurut Didi, persoalan yang dihadapi PDAM bukan hanya dipicu faktor eksternal seperti tingginya kebocoran pipa distribusi yang belum dapat ditangani maksimal akibat minimnya anggaran, serta banyaknya pelanggan yang menunggak pembayaran tagihan air.

Namun, hasil audit internal yang dilakukan manajemen PDAM menemukan adanya indikasi kebocoran dari internal perusahaan dengan nilai mencapai lebih dari Rp1 miliar.

“Dari audit internal yang kami lakukan, ditemukan adanya dugaan permainan sejumlah oknum dari dalam yang menyebabkan kebocoran keuangan perusahaan,” ungkapnya, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia menjelaskan, dugaan penyimpangan tersebut antara lain berupa penjualan aset milik PDAM, baik aset bergerak maupun tidak bergerak, oleh oknum tertentu.

Selain itu, ditemukan pula praktik pemasangan sambungan rumah secara ilegal kepada pelanggan tanpa didaftarkan secara resmi ke perusahaan. Praktik tersebut ditengarai telah berlangsung cukup lama, yakni sejak tahun 2014 hingga 2025.

Didi menilai, jika kebocoran dari internal tidak segera dibenahi, maka sebesar apa pun anggaran yang dikucurkan pemerintah daerah tidak akan mampu menyehatkan kondisi PDAM.

“Kalau dari dalam masih ada kebocoran dan praktik-praktik seperti ini, tentu sulit bagi PDAM untuk sehat. Pemerintah bisa saja terus mengucurkan anggaran, tapi hasilnya tidak akan maksimal,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya pembenahan, pihaknya juga telah membuat laporan resmi ke Kejaksaan Negeri Dompu terkait dugaan praktik korupsi yang dilakukan oleh oknum internal perusahaan.

Langkah hukum tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan manajemen dalam membersihkan PDAM dari praktik-praktik yang merugikan perusahaan dan daerah.

“Ini bagian dari upaya bersih-bersih internal agar PDAM bisa dikelola secara profesional dan transparan,” katanya.

Ia berharap, langkah pembenahan tersebut dapat mengubah PDAM Tirta Rora menjadi perusahaan milik daerah yang sehat, profesional, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selama ini, meskipun Pemerintah Kabupaten Dompu telah menggelontorkan anggaran hingga puluhan miliar rupiah untuk mendukung operasional PDAM, perusahaan daerah tersebut disebut belum pernah sekalipun menyumbangkan deviden kepada daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....