Sekda Loteng Penuhi Panggilan Jaksa, Diperiksa Dua Kasus Korupsi
- 05 Mei 2026 20:50 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, akhirnya memenuhi panggilan penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah. Ia diperiksa terkait dugaan korupsi,
Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan pengadaan dump truck serta arm roll pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Kepala Seksi Intelijen Kejari Lombok Tengah, Alfa Dera, membenarkan kehadiran Firman. “Ya, datang,” ujarnya melalui pesan singkat, Selasa 5 Mei 2026.
Pemeriksaan ini merupakan pemanggilan kedua setelah jadwal sebelumnya pada akhir April tidak dipenuhi. Firman sempat berhalangan hadir, namun akhirnya ia datang ke Gedung Adhyaksa untuk menjalani pemeriksaan.
Dera belum merinci materi yang didalami penyidik terhadap Sekda tersebut. Ia hanya memastikan pemeriksaan berkaitan langsung dengan dua perkara yang sedang ditangani.
“Yang pasti terkait PPJ dan kasus DLH,” katanya.
Menurut Dera, pemeriksaan ini menjadi bagian dari pendalaman perkara dan mengindikasikan adanya perkembangan baru. Penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti untuk memperkuat konstruksi perkara.
“Pasti ada kejutan baru,” ujarnya.
Saat ini, Kejari Lombok Tengah menangani dua kasus korupsi secara paralel. Perkara PPJ telah masuk tahap penuntutan, sementara kasus pengadaan di DLH masih dalam tahap penyidikan.
Dalam kasus PPJ, jaksa menuntut mantan Kepala Bappenda Lombok Tengah periode 2019–2021, Lalu Karyawan, dengan pidana 8 tahun penjara. Ia juga dituntut membayar denda Rp400 juta serta uang pengganti Rp1,55 miliar.
Terdakwa lain, Jalaludin, dituntut 6 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp300 juta dan uang pengganti Rp332 juta subsider 3 tahun 6 bulan. Sementara Lalu Bahtiar Sukmadinata dituntut 5 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp300 juta.
Untuk perkara DLH, penyidik masih menunggu hasil audit kerugian keuangan negara. Lebih dari 20 saksi telah diperiksa dan koordinasi dengan ahli terus dilakukan.
Kasus ini berkaitan dengan proyek pengadaan kendaraan operasional DLH Lombok Tengah tahun anggaran 2021. Proyek tersebut meliputi dump truck dan arm roll untuk wilayah Pujut serta dump truck untuk Praya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....