FH UNIZAR Gelar Diskusi Internasional Bahas Kearifan Lokal dan Perlindungan Hukum Pariwisata Global
- 26 Nov 2025 21:30 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Fakultas Hukum Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) kembali memperluas jejaring akademiknya melalui penyelenggaraan UNIZAR International Discussion Series 2 Faculty of Law dengan tema “Internalization of Local Wisdom and Legal Protection in The Global Tourism Industry”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (26/11/25), di Gedung Teater Ahmad Firdaus Sukmono UNIZAR, serta diikuti secara luring dan daring oleh ratusan peserta dari berbagai daerah maupun negara.
Acara ini terselenggara berkat kolaborasi Fakultas Hukum UNIZAR bersama Faculty of Law Universitas 45 Mataram dan Faculty of Law Universitas Tanjungpura, serta turut menghadirkan tokoh-tokoh penting kampus, di antaranya Ketua Senat Akademik, Rektor, Wakil Rektor I dan II, Dekan Fakultas Hukum, para wakil dekan, serta seluruh pejabat struktural.
Mengawali laporan kegiatan, Ketua Panitia Irma Istihara Zain, S.H., M.H menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya diskusi ilmiah tingkat internasional ini. Dalam laporannya, ia menegaskan pentingnya tema yang diusung, mengingat pariwisata kini menjadi sektor unggulan di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang telah dikenal sebagai destinasi wisata budaya berskala global.
Irma menyoroti bahwa geliat pariwisata yang meningkat pesat membawa dua sisi dampak bagi masyarakat.
"Di satu sisi, masyarakat menikmati keuntungan ekonomi; namun di sisi lain, mereka menghadapi erosi nilai budaya dan disrupsi sosial,” ujarnya.
Karena itu, penguatan perspektif tourism based on local wisdom menjadi kebutuhan mendesak agar pembangunan pariwisata tetap berkelanjutan dan berlandaskan identitas lokal.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk: Meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai hubungan antara hukum, budaya, lingkungan, dan industri pariwisata, Menggali nilai-nilai kearifan lokal sebagai dasar kebijakan pariwisata berkelanjutan, enghadirkan perspektif komparatif dari akademisi hukum nasional maupun internasional, Memperkuat jejaring global Fakultas Hukum UNIZAR dan Mendorong luaran akademik berupa publikasi ilmiah, prosiding, dan pemberitaan media.
Diskusi internasional ini menghadirkan lima narasumber dari dalam dan luar negeri, masing-masing dengan fokus kajian yang berbeda, yakni: Chandra Aprinova, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata NTB — Pengembangan destinasi berbasis kearifan local, Associate Prof. Dr. Muhamad Helmi Md Said, Faculty of Law, Universiti Kebangsaan Malaysia — Protection of Children and Women in the Tourism Industry, Prof. Dr. Mella Ismelina F.R., S.H., M.Hum., Fakultas Hukum Universitas Tarumanegara — Hukum Adat dan Pelestarian Lingkungan, Associate Prof. Dr. Ainuddin, S.H., M.H Fakultas Hukum UNIZAR — Halal Tourism dan Kebijakan Pariwisata dan Devina Puspita Sari, S.H., M.H., Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura — Ekonomi Digital dalam Industri Pariwisata.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 250 peserta, terdiri dari dosen, peneliti, mahasiswa S1–S2 dari berbagai perguruan tinggi, praktisi hukum, pegiat budaya, dan mitra institusi nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Rektor UNIZAR Dr. Ir. Muh. Ansyar, M.P menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, termasuk tamu dari luar negeri. Beliau secara khusus menyebut kehadiran Associate Prof. Dr. Muhamad Helmi Md Said dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), yang telah menjadi mitra strategis UNIZAR dalam berbagai kegiatan akademik.
“Tahun lalu kita bersama-sama mengadakan konferensi ekonomi internasional di UNIZAR yang dihadiri oleh kurang lebih 11 negara. Ini bentuk nyata dari kolaborasi internasional yang terus kita perkuat,” ujarnya.
Ia juga menceritakan bahwa MoU dengan Universitas Tanjungpura baru saja ditandatangani sehari sebelumnya di Pontianak.
Rektor menegaskan bahwa kenaikan signifikan sektor pariwisata NTB, terutama sejak hadirnya Sirkuit Mandalika, telah membawa banyak peluang namun juga tantangan. Karena itu, pelestarian budaya lokal seperti Peresean menjadi sangat penting.
Di akhir laporannya, Ketua Panitia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh narasumber dan peserta. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menghasilkan diskusi yang aktif dan produktif.
“Semoga ilmu yang disampaikan menjadi manfaat bagi kita semua, baik secara akademis maupun profesional,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....