Lithops: Si "Batu Hidup" yang Menjadi Tren Terbaru Pecinta Tanaman

  • 04 Agt 2024 12:20 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram : Tanaman Sukulen telah lama menjadi favorit banyak orang, dengan berbagai jenis seperti Kaktus, Lidah Buaya, dan Cocorbebek. Namun, saat ini ada idola baru di dunia tanaman Sukulen: Lithops.

Tanaman ini dikenal dengan julukan "batu hidup" karena bentuknya yang mirip batu kecil dan kemampuannya menyimpan air di dalam tubuhnya yang tebal. Jika kamu belum mengenal Lithops, berikut beberapa informasi menarik tentang tanaman hias ini.

Lithops adalah tumbuhan dengan penampilan yang unik, menyerupai batu kecil dalam berbagai bentuk, ukuran, dan warna. Nama "Lithops" sendiri berasal dari bahasa Yunani Kuno, yakni "líthos" yang berarti batu dan "óps" yang berarti wajah, menggambarkan penampilan tanaman ini yang mirip dengan batu. Lithops berasal dari Afrika Selatan dan umumnya tumbuh di lingkungan berbatu yang kering.

Terdapat puluhan spesies Lithops dengan variasi warna dan corak yang menawan, mulai dari krem, abu-abu, coklat, hingga hijau dengan pola yang berbeda-beda seperti bercak, garis, atau area gelap. Variasi ini membuat Lithops semakin menarik sebagai tanaman hias yang kini telah menyebar ke berbagai belahan dunia.

Baca Juga : Tanaman Hias Mini Ini Seringkali Memikat, Ternyata Perawatannya Mudah

Lithops hanya memiliki dua daun tebal yang berfungsi menyimpan air, dan bunga akan muncul dari celah di antara kedua daun tersebut. Untuk melihat bunga Lithops, kamu harus bersabar karena biasanya memerlukan waktu sekitar 3-5 tahun. Namun, tanaman ini memiliki umur yang panjang dan dapat hidup hingga 50 tahun.

Menurut pemilik akun @sukulen.Id yang menjual Lithops di media sosial, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan jika kamu ingin menanam Lithops. Pertama, gunakan pot yang lebih besar dari ukuran tanaman dengan kedalaman 3-5 inci. Media tanam yang tepat adalah campuran tanah kering dengan tambahan sharp sand, perlit, atau granit terurai untuk mendukung drainase dan kelembapan.

Lithops membutuhkan sinar matahari langsung selama 3-4 jam di pagi hari agar tumbuh dengan baik. Pada sore hari, letakkan tanaman ini di tempat yang teduh namun tidak tertutup. Kurangnya sinar matahari dapat membuat Lithops menjadi ramping dan kehilangan warna aslinya.

Walaupun Lithops hanya memerlukan sedikit air, penyiraman tetap penting untuk pertumbuhannya. Siram Lithops setiap 2 hari sekali atau ketika media tanam terlihat kering dan daun mengkerut. Namun, berhati-hatilah agar tidak menyiram secara berlebihan.

Tertarik memelihara si "batu hidup" ini? Dengan perawatan yang tepat, Lithops bisa menjadi tambahan menarik untuk koleksi tanaman hiasmu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....