Stoikisme #11: Membayangkan Hal Buruk agar Kita Lebih Siap Menghadapinya

  • 21 Sep 2026 06:18 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Bagaimana jika besok sesuatu yang Anda takutkan benar-benar terjadi? Pekerjaan hilang. Uang berkurang. Hubungan berakhir. Rencana gagal. Atau seseorang yang sangat Anda sayangi tiba-tiba tidak lagi berada di sisi Anda. Membayangkannya saja mungkin sudah membuat tidak nyaman.

Kita biasanya berusaha menghindari pikiran-pikiran seperti itu. Kita ingin selalu berpikir positif dan berharap semuanya berjalan baik. Namun, Stoikisme memiliki latihan yang cukup berbeda. Namanya Premeditatio Malorum, yang secara sederhana berarti membayangkan kemungkinan buruk sebelum hal itu terjadi.

Terdengar pesimis? Sebenarnya tidak.

Tujuannya bukan membuat kita takut terhadap masa depan. Justru sebaliknya, latihan ini membantu kita menyadari bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Bayangkan Anda akan melakukan perjalanan jauh. Anda tentu berharap perjalanan berjalan lancar. Tetapi Anda tetap membawa payung jika hujan, mengisi bahan bakar, memeriksa kendaraan, dan menyiapkan uang cadangan.

Apakah semua persiapan itu berarti Anda berharap perjalanan gagal?

Tentu tidak.

Anda hanya sedang mempersiapkan diri. Begitu pula dengan Premeditatio Malorum. Misalnya, seseorang sedang membangun bisnis. Ia tentu berharap bisnisnya berhasil. Namun, ia juga bisa bertanya:

"Bagaimana jika penjualan menurun?"

"Bagaimana jika modal tidak cukup?"

"Bagaimana jika rencana saya gagal?"

Pertanyaan tersebut bukan untuk membuatnya berhenti. Justru pertanyaan itu bisa membuatnya lebih siap. Ia mungkin mulai menyiapkan dana darurat, mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, atau mencari alternatif jika rencana utama tidak berjalan. Hal yang sama bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika Anda takut kehilangan pekerjaan, pikirkan langkah apa yang bisa dilakukan jika hal itu benar-benar terjadi. Jika Anda takut gagal dalam sebuah ujian, pikirkan apa yang akan Anda lakukan jika hasilnya tidak sesuai harapan. Jika Anda takut menghadapi sebuah percakapan sulit, persiapkan diri untuk beberapa kemungkinan respons.

Dengan begitu, kita tidak lagi hanya berharap semuanya berjalan sesuai keinginan.

Kita juga memiliki rencana ketika kenyataan berkata sebaliknya. Namun, ada satu hal yang penting. Premeditatio Malorum bukan alasan untuk terus membayangkan bencana sepanjang hari. Jika dilakukan berlebihan, kekhawatiran justru bisa membuat kita hidup dalam ketakutan terhadap sesuatu yang belum terjadi. Tujuan latihan ini adalah persiapan, bukan kecemasan.

Setelah membayangkan kemungkinan buruk, kita kembali ke pertanyaan yang lebih penting:

"Apa yang bisa saya lakukan sekarang?" Jika ada sesuatu yang bisa dipersiapkan, persiapkan. Jika ada risiko yang bisa dikurangi, kurangi. Jika tidak ada yang bisa dilakukan, lepaskan kekhawatiran tersebut dan kembali menjalani hari. Menariknya, latihan ini juga bisa membuat kita lebih menghargai apa yang sedang dimiliki.

Bayangkan suatu hari Anda tidak lagi memiliki pekerjaan yang sekarang.

Bukannya membuat Anda berhenti bekerja, kesadaran tersebut mungkin membuat Anda lebih menghargai kesempatan yang sedang dimiliki hari ini. Bayangkan suatu hari orang tua tidak lagi bisa menemani Anda. Mungkin Anda akan lebih terdorong untuk menelepon mereka hari ini. Bayangkan suatu hari kesehatan tidak lagi sebaik sekarang. Mungkin Anda akan mulai lebih memperhatikan tubuh sendiri.

Dengan kata lain, membayangkan kehilangan terkadang membuat kita lebih menghargai keberadaan.

Kita tidak perlu menunggu sesuatu hilang untuk menyadari nilainya. Hidup memang penuh ketidakpastian. Kita tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi besok. Tetapi kita bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan yang datang.

Jadi, ketika sesuatu yang buruk benar-benar terjadi, kita tidak harus berkata:

"Kenapa ini terjadi kepada saya?"

Kita bisa berkata:

"Ini memang tidak saya inginkan. Tetapi sekarang, apa yang masih bisa saya lakukan?"

Karena hidup bukan tentang memastikan semua hal buruk tidak pernah terjadi. Hidup adalah tentang menjadi cukup siap ketika sesuatu yang tidak kita inginkan akhirnya datang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....