Dari Penyiar Radio Menjadi MC Langganan Berbagai Acara
- 08 Jun 2026 06:25 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Ia mengajak anak muda berani bersuara, mengasah kemampuan komunikasi, dan memanfaatkan talenta untuk hal positif
- Berawal dari penyiar radio, Arie Prakoso berhasil menjadi MC profesional yang dipercaya berbagai acara
RRI.CO.ID, Mataram - Menjadi pembawa acara di hadapan banyak orang mungkin terlihat mudah. Namun, di balik kemampuan berbicara yang percaya diri, ada proses panjang yang harus dijalani. Hal itu dibagikan oleh Arie Prakoso saat hadir dalam program Sore Ceria Pro 2 FM RRI Mataram dengan tema Anak Muda Berani Bersuara dan Berwirausaha.
Arie mengawali kariernya bukan sebagai MC, melainkan seorang penyiar radio. Ketertarikannya menjadi MC muncul karena ia ingin memiliki panggung yang memungkinkan dirinya berinteraksi langsung dengan audiens. Jika saat menjadi penyiar ia hanya berbicara melalui udara, profesi MC memberinya kesempatan melihat respons pendengar secara langsung.
Langkah awalnya dimulai dengan belajar dari teman-teman yang lebih dulu berprofesi sebagai MC. Kesempatan pertama datang ketika diajak mengisi sebuah acara sederhana. Kala itu, bayaran yang diterima bahkan hanya berupa ucapan terima kasih. Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi modal berharga untuk terus berkembang.
Seiring berjalannya waktu, Arie mulai dipercaya bekerja sama dengan berbagai wedding organizer. Dari sana, namanya semakin dikenal hingga akhirnya mendapat kesempatan menjadi MC di salah satu hotel di kawasan Senggigi. Kepercayaan yang diberikan ternyata tidak berhenti pada satu acara saja. Selama empat tahun berturut-turut, pihak hotel tetap menggunakan jasanya untuk berbagai kegiatan.
Keunikan Arie juga terlihat dari kolaborasinya bersama sang partner, Adit. Keduanya dikenal sebagai “Duo Gembul”, sebuah julukan yang lahir karena mereka kerap tampil bersama dengan konsep dan outfit yang seragam hingga sering disangka saudara kembar.
Menurut Arie, kemampuan berbicara adalah keterampilan yang sangat penting dimiliki anak muda. Suara bukan hanya digunakan untuk berkomunikasi, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi, hiburan, hingga membangun pengaruh positif di masyarakat. Dari suara lahir berbagai profesi, mulai dari penyiar radio, pengisi suara, pembawa acara, hingga kreator konten digital.
Meski memiliki banyak pengalaman menyenangkan selama menjadi MC, Arie mengaku pernah mengalami momen yang tidak terlupakan saat salah menyebut nama maupun gelar seseorang di atas panggung. Pengalaman itu mengajarkannya pentingnya ketelitian dan persiapan sebelum tampil.
Bagi Arie, keberanian bersuara harus diiringi dengan kemauan untuk terus belajar. Sebab, suara yang digunakan untuk hal-hal positif dapat menjadi alat yang kuat untuk menginspirasi banyak orang dan membuka berbagai peluang karier di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....