Lama Ditunda, Pragmata Justru Sukses Besar saat Rilis
- 02 Mei 2026 16:35 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Pragmata resmi hadir dan langsung jadi pembicaraan di kalangan gamer. Game terbaru dari Capcom ini sempat membuat banyak orang penasaran karena beberapa kali mengalami penundaan sejak pertama kali diumumkan pada 2020. Namun ketika akhirnya rilis pada April 2026, hasilnya justru di luar dugaan.
Dilansir dari laman resmi Steam, Pragmata mendapat respons sangat positif dari pemain. Dalam waktu singkat, game ini meraih status Overwhelmingly Positive dengan sekitar 97 persen ulasan positif dari ribuan pengguna. Banyak pemain menilai game ini menawarkan sesuatu yang segar di tengah banyaknya rilisan yang terasa mirip satu sama lain. Kombinasi aksi third-person shooter, puzzle hacking, dan cerita emosional menjadi nilai jual utamanya..
Kesuksesan tersebut juga terlihat dari sisi penjualan. Berdasarkan laporan resmi Capcom, Game Pragmata berhasil menembus 1 juta kopi terjual hanya dalam dua hari setelah peluncuran pada 17 April 2026. Angka ini cukup impresif, mengingat game tersebut bukan bagian dari seri lama seperti Resident Evil atau Monster Hunter, melainkan IP (Intellectual Property) baru yang dibangun dari nol.
Lalu, kenapa game ini sempat lama tertunda? Setelah diumumkan pada Juni 2020, Pragmata menjalani siklus produksi sekitar enam tahun dengan beberapa kali penundaan. Awalnya game ini dijadwalkan rilis pada 2022, kemudian mundur ke 2023. Pada Juni 2023, Capcom kembali menunda perilisan tanpa tanggal pasti karena tim pengembang membutuhkan waktu tambahan.
Berdasarkan informasi dari Pragmata.fandom.com, tantangan terbesar dalam pengembangannya adalah menyatukan sistem aksi tembak-menembak milik Hugh dengan mekanik hacking real-time milik Diana agar terasa solid dan menyatu. Kondisi tersebut membuat Capcom memilih menunda perilisan demi menghadirkan kualitas terbaik dibanding merilis game yang belum matang.
Secara cerita, Pragmata mengambil latar tempat di fasilitas penelitian di bulan. Pemain akan mengikuti perjalanan Hugh Williams dan android muda bernama Diana yang harus bekerja sama melawan AI berbahaya dan mencari jalan pulang ke Bumi. Kombinasi karakter ini memberi nuansa emosional layaknya ayah dan anak, tetapi tetap dibalut gameplay intens dan seru.
Yang paling menarik adalah mekanisme permainannya. Hugh Williams dan Diana menjelajahi fasilitas riset di bulan dengan menggabungkan kemampuan masing-masing untuk menghadapi berbagai ancaman. Dalam pertempuran, Diana berperan melakukan hacking pada sistem musuh untuk membuka kelemahannya, sementara Hugh fokus menyerang menggunakan beragam senjata api sambil terus bergerak menghindari serangan. Artinya, pemain dituntut berpikir cepat sekaligus bertindak sigap, sehingga sistem ini dinilai sebagai salah satu konsep paling unik dari Capcom dalam beberapa tahun terakhir.
Kesuksesan Pragmata menunjukkan bahwa penundaan tidak selalu membawa hasil buruk. Dalam kasus ini, waktu tambahan justru memberi ruang bagi pengembang untuk menyempurnakan game hingga tampil lebih matang dan mendapat sambutan positif. Setelah menunggu cukup lama, para gamer akhirnya melihat bahwa penantian tersebut ternyata sepadan dengan hasil yang diberikan. (RRI/Aldi W)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....