Mengapa Berat Badan Cepat Naik setelah Ramadan?

  • 31 Mar 2026 19:21 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Bulan Ramadan sering menjadi momen bagi banyak orang untuk menata pola makan dan bahkan menurunkan berat badan. Namun, tidak sedikit yang justru mengalami kenaikan berat badan secara cepat setelah Ramadan berakhir. Fenomena ini cukup umum terjadi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari sisi pola makan, gaya hidup, hingga perubahan kebiasaan tubuh.

Salah satu penyebab utama adalah perubahan pola makan yang drastis. Selama Ramadan, frekuensi makan terbatas pada sahur dan berbuka. Namun setelah Ramadan, banyak orang kembali ke pola makan normal bahkan cenderung berlebihan sebagai bentuk “balas dendam” setelah sebulan berpuasa. Konsumsi makanan tinggi kalori seperti makanan berlemak, gorengan, dan makanan manis pun meningkat, terutama saat momen Lebaran.

Selain itu, kebiasaan mengonsumsi makanan dalam porsi besar juga berkontribusi. Saat berbuka, tubuh terbiasa menerima asupan dalam jumlah tertentu. Namun setelah Ramadan, pola ini terbawa sehingga porsi makan menjadi lebih besar dari kebutuhan harian. Ditambah lagi dengan kebiasaan ngemil yang kembali meningkat di luar waktu makan utama.

Faktor lain yang sering diabaikan adalah penurunan aktivitas fisik. Selama Ramadan, sebagian orang tetap aktif atau bahkan rutin berolahraga ringan. Namun setelahnya, aktivitas fisik justru menurun karena kesibukan atau rasa malas. Ketidakseimbangan antara asupan kalori dan pembakaran energi inilah yang memicu kenaikan berat badan.

Perubahan metabolisme tubuh juga berperan. Selama berpuasa, tubuh beradaptasi dengan pola makan yang lebih teratur dan jeda waktu yang panjang. Setelah Ramadan, tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kembali. Jika tidak diimbangi dengan pola makan sehat, kalori berlebih akan lebih mudah disimpan sebagai lemak.

Selain itu, faktor psikologis juga memengaruhi. Momen Lebaran identik dengan kebersamaan dan hidangan lezat, sehingga sulit untuk menahan diri. Banyak orang merasa “tidak enak” jika menolak makanan yang disajikan, yang akhirnya membuat konsumsi makanan menjadi berlebihan.

Untuk mencegah kenaikan berat badan setelah Ramadan, penting untuk menjaga pola makan tetap seimbang. Mulailah dengan mengatur porsi makan, mengurangi konsumsi gula dan lemak berlebih, serta memperbanyak sayur dan buah. Aktivitas fisik juga perlu dijaga secara konsisten, minimal dengan olahraga ringan.

Pada akhirnya, kunci utama adalah menjaga konsistensi gaya hidup sehat, bukan hanya saat Ramadan, tetapi juga setelahnya. Dengan kesadaran dan pengendalian diri, kenaikan berat badan pasca-Ramadan dapat dihindari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....