Tenis Meja Antar Bidang Meriahkan Hari Radio
- 28 Agt 2025 12:36 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Dalam rangka menyambut Hari Radio ke-80 yang jatuh pada tanggal 11 September 2025, berbagai kegiatan dan lomba digelar di lingkungan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI, termasuk di RRI Mataram. Salah satu yang paling dinanti setiap tahunnya adalah lomba tenis meja antar bidang, yang selalu berlangsung seru dan penuh semangat.
Tenis meja, atau yang lebih akrab dikenal dengan pingpong, menjadi salah satu cabang olahraga favorit yang tidak hanya memacu adrenalin, tetapi juga mempererat kebersamaan antar pegawai di lingkungan kerja.
Pertandingan tenis meja antar bidang bukan sekadar lomba biasa. Ini sudah menjadi bagian dari tradisi tahunan yang dinanti-nanti oleh seluruh staf dan pegawai. Sorak sorai dan semangat sportivitas mewarnai setiap pertandingan, menjadikan momen ini tak hanya ajang kompetisi, tapi juga wadah rekreasi dan silaturahmi.
Meski terlihat sederhana, tenis meja membutuhkan ketangkasan, refleks cepat, serta koordinasi tangan dan mata yang baik. Yuk kenali olahraga ini masuk ke Indonesia !!
Tenis meja pertama kali dikenal di Inggris pada abad ke-19, dengan nama lain seperti pingpong, gossima, atau whiff whaff. Permainan ini awalnya dimainkan secara informal dengan peralatan seadanya, seperti meja makan, buku sebagai net, dan bola golf sebagai bolanya.
Pada tahun 1921, didirikan Asosiasi Tenis Meja Inggris (Table Tennis Association), diikuti pembentukan International Table Tennis Federation (ITTF) pada tahun 1926. Tahun yang sama juga menjadi sejarah karena diadakannya Kejuaraan Dunia Tenis Meja pertama di London.

Tenis meja kemudian resmi menjadi cabang olahraga Olimpiade sejak tahun 1988, dimulai dari ajang Olimpiade Seoul, Korea Selatan.
Di Indonesia, tenis meja mulai dikenal sekitar tahun 1930-an, awalnya dimainkan oleh orang-orang Belanda. Organisasi tenis meja pertama, PPPSI (Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia), dibentuk pada tahun 1939 dan kemudian berubah menjadi PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) pada 1958.
Cabang ini pertama kali dipertandingkan secara resmi dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 1948 di Solo. Pada tahun 1961, Indonesia resmi menjadi anggota ITTF dan mulai aktif di ajang internasional, termasuk meraih prestasi membanggakan di berbagai turnamen dunia.
Kini, tenis meja telah menjadi olahraga yang populer dan merakyat, dimainkan oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa, baik secara rekreasi maupun profesional.
Dengan semangat Hari Radio Nasional ke-80, lomba tenis meja antar bidang tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk mempererat kebersamaan dan semangat kerja di antara insan RRI. Olahraga ini membuktikan bahwa tradisi dan nilai-nilai kebugaran jasmani dapat berjalan beriringan dengan semangat perjuangan radio sebagai media pemersatu bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....