Tanaman, Mesin Oksigen Hijau yang Terlupakan - Rayakan Hari Apresiasinya Hari Ini!

  • 13 Apr 2025 06:58 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram : Setiap tanggal 13 April, para pecinta tanaman di seluruh dunia bersatu dalam semangat merayakan Hari Apresiasi Tanaman Internasional. Hari ini menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur atas peran vital tanaman sebagai mesin oksigen hijau yang menopang kehidupan di Bumi.

Pada abad ke-17, masa kolonisasi membuka jalan bagi dunia untuk mengenal berbagai jenis tanaman dari belahan dunia yang berbeda. Penjelajah Eropa, khususnya Inggris, membawa pulang tanaman-tanaman tropis dari Amerika, Asia, Afrika, hingga Australia, yang kemudian dibudidayakan dalam rumah kaca dan ruangan dalam bangunan.

Penemuan penting di masa ini adalah kotak Wardian, sebuah wadah kaca tertutup yang diciptakan oleh Nathaniel Bagshaw Ward pada tahun 1830-an. Alat ini memudahkan pengangkutan dan budidaya tanaman secara internasional dan menjadi cikal bakal rumah kaca modern. Inovasi ini merevolusi cara manusia merawat tanaman dan mempercepat penyebaran flora eksotis di seluruh dunia.

Awalnya hanya digunakan oleh kalangan bangsawan untuk dekorasi rumah, tanaman akhirnya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat luas di abad ke-19 dan ke-20. Tren ini terus berkembang hingga kini, di mana berkebun menjadi hobi global yang sehat dan mendukung gerakan cinta lingkungan.

Dilanbsir dari Bobo.id, Dalam semangat apresiasi terhadap tanaman, para ilmuwan juga terus menggali sejarah flora di planet ini. Salah satu penemuan paling mencengangkan datang dari bunga purba bernama Montesechia vidalii.

Bunga ini diperkirakan hidup sekitar 125–130 juta tahun lalu, pada zaman Kapur (Cretaceous), dan menjadi kandidat kuat sebagai bunga tertua di dunia, menggeser Archaefructus yang sebelumnya dianggap sebagai yang pertama. Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences, dan diteliti oleh David Dilcher, ahli tumbuhan purba dari Indiana University. Fosilnya sendiri telah ditemukan lebih dari 100 tahun lalu di Pegunungan Pyrenees, Spanyol, namun baru beberapa dekade terakhir mendapat perhatian mendalam dari komunitas ilmiah.

Hari Apresiasi Tanaman Internasional mengingatkan kita akan hubungan mendalam manusia dengan alam. Di tengah tantangan perubahan iklim dan urbanisasi, keberadaan tanaman memberi harapan dan keseimbangan. Tanaman bukan sekadar dekorasi, tetapi simbol kehidupan, ketahanan, dan keberlanjutan.

Mari kita tanam lebih dari sekadar bunga dan daun, mari kita tanam kepedulian. Karena dari sehelai daun kecil, kehidupan bisa tumbuh kembali. Selamat Hari Apresiasi Tanaman Internasional! 🌿

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....