Tari Gandrung Lombok yang Tak Sekadar Gerak dan Menghibur
- 29 Apr 2024 07:04 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Tari Gandrung Lombok memang sulit untuk dimodifikasi. Baik dari sisi gerak maupun kostum. Tapi menjadi tarian yang paling tepat untuk menyambut tamu.
Empat orang penari gandrung begitu lincah menari didepan audiens. Sesekali mengibaskan kipas yang menjadi ekspresi berbagai makna dan emosi dalam tarian. Warna kostum yang digunakan penari seperti didominasi kain warna merah dan kuning.
Tari gandrung Lombok tergolong unik karena memiliki gerakan mirip tarian Bali dan menggunakan pakaian dengan sentuhan Banyuwangi namun berasal dari Lombok. Penarinya minimal dua orang tapi biasa dilakukan oleh empat orang. Penari dapat dari kalangan profesional atau mahasiwa alumni sekolah negeri.
“Saya alumni salah satu sekolah di Mataram, dan sekarang mahasiswa di Fakultas Hukum Unram (Universitas Mataram). Gandrung memang cocok untuk tarian selamat datang,” kata Sabila atau yang akrab dipanggil Caca setelah menari di pembukaan dialog Cari Cuan Sambil Kuliah RRI Siaran Luar Negeri. Dialog berlangsung di Unram, beberapa hari lalu, menghadirkan manajemen RRI dari Jakarta dan Mataram serta mengundang perwakilan mahasiswa.
Caca mengatakan, tari gandrung memiliki unsur hiburan sehingga cukup banyak siswa yang tertarik untuk menari gandrung. Tarian ini juga dikembangkan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Mataram. Tidak ada batas penari di dalam tarian gandrung. Tapi minimal dipentaskan oleh dua orang. Di tengah tarian ada istilah Nyepek atau tanda untuk mengajak menari bersama.
Tergabung dalam Sentras (Seni Tradisi Semala), membuat Caca intens mengajarkan siswa untuk menari gandrung. Termasuk juga cara menyilakan tamu untuk menari bersama. Walaupun sulit dimodifikasi, ia percaya tarian ini bisa disandingkan dengan nada gendang dan gamelan yang berbeda pada umumnya. Dengan begitu tetap mendapat tempat di kalangan anak muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....