Film Munafik: Melawan Iblis, Horor Religi tentang Luka dan Keikhlasan
- 31 Agt 2026 19:07 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Munafik: Melawan Iblis dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 3 September 2026, disutradarai Guntur Soeharjanto dan dibintangi Arya Saloka serta Acha Septriasa.
- Film mengisahkan Ustaz Adam, seorang praktisi ruqyah yang kembali menghadapi dunia supranatural setelah kehilangan istrinya dan diminta membantu Fitri yang mengalami teror misterius.
- Tak hanya menawarkan teror, film ini mengangkat trauma, kehilangan, luka batin, dan proses keikhlasan, sekaligus merupakan adaptasi resmi dari film Malaysia Munafik (2016).
RRI.CO.ID, Mataram - Bagi pencinta film horor religi, September 2026 menghadirkan satu judul yang patut masuk daftar tontonan. Munafik: Melawan Iblis siap membawa penonton menyusuri kisah tentang teror gaib, kehilangan, trauma, hingga pergulatan keimanan.
Mengutip dari akun instagram @munafik.melawan.iblis , film yang disutradarai Guntur Soeharjanto ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Munafik: Melawan Iblis merupakan produksi Unlimited Production dan menjadi adaptasi resmi dari film horor Malaysia Munafik (2016) karya Syamsul Yusof. Meski berangkat dari cerita yang sudah dikenal, versi Indonesia dikembangkan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan latar budaya dan kehidupan masyarakat Tanah Air.
Yang membuat film ini menarik bukan semata-mata kehadiran sosok iblis atau adegan kerasukan. Ceritanya justru berangkat dari luka manusia. Tokoh utama, Adam yang diperankan Arya Saloka, merupakan seorang pengajar agama sekaligus praktisi ruqyah.
Kehidupan Adam berubah drastis setelah sebuah kecelakaan merenggut nyawa istrinya, Aini. Peristiwa tersebut membuatnya meninggalkan aktivitas ruqyah dan menjalani hidup dalam kesedihan. Ia seolah memilih menjauh dari dunia yang sebelumnya menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Namun, keputusan tersebut tidak berlangsung selamanya.Adam kemudian diminta Anwar, yang diperankan Dimas Aditya, untuk membantu Fitri, seorang perawat yang mengalami gangguan misterius. Fitri merupakan putri Haji Mansur, tokoh yang dihormati di lingkungan tempat Adam tinggal.
Awalnya Adam menolak permintaan tersebut. Namun, kenangan dan pesan mendiang istrinya membuatnya kembali berhadapan dengan dunia ruqyah. Dari sinilah konflik utama mulai berkembang.
Ketika berusaha membantu Fitri, Adam justru menemukan sesuatu yang jauh lebih rumit daripada sekadar gangguan supranatural. Ada rahasia gelap yang perlahan terbuka di balik teror yang dialami Fitri. Pada saat yang sama, Adam harus menghadapi kembali luka dan persoalan batin yang selama ini berusaha ia pendam.
Munafik: Melawan Iblis mempertemukan Arya Saloka dan Acha Septriasa sebagai dua karakter utama yang berada di pusat konflik. Arya Saloka memerankan Adam, sosok yang digambarkan lebih tenang tetapi menyimpan pergulatan emosional yang dalam. Sementara itu, Acha Septriasa memerankan Fitri, karakter yang menjadi sasaran teror dan mengalami perubahan drastis akibat gangguan yang menimpanya.
Trailer film yang dirilis pada Agustus 2026 memperlihatkan intensitas hubungan kedua karakter tersebut. Fitri tidak hanya menghadapi gangguan misterius, tetapi juga membawa persoalan emosional yang membuat kondisinya semakin kompleks. Adam pun harus mempertahankan ketenangan ketika menghadapi teror sekaligus ujian terhadap keyakinannya.
Selain keduanya, film ini turut menghadirkan Dimas Aditya, Donny Damara, Nova Eliza, Widi Dwinanda, Faqih Alaydrus, Annisa Hertami dan sejumlah pemain lainnya. Donny Damara juga mencuri perhatian karena film ini menjadi debutnya dalam genre horor.
Salah satu daya tarik Munafik: Melawan Iblis adalah cara film ini menempatkan teror supranatural berdampingan dengan persoalan psikologis dan spiritual. Kehilangan, rasa bersalah, trauma, keikhlasan dan krisis keimanan menjadi bagian dari perjalanan karakter. Dengan demikian, sumber ketakutan dalam film tidak hanya datang dari sesuatu yang tidak terlihat, tetapi juga dari luka yang belum terselesaikan.
Pendekatan tersebut membuat konflik Adam terasa lebih personal. Ia bukan sekadar seorang praktisi ruqyah yang harus menghadapi kekuatan jahat, tetapi seseorang yang juga sedang berusaha berdamai dengan masa lalu.
RRI juga mencatat bahwa tema kehilangan dan keikhlasan menjadi bagian penting dalam cerita film ini. Perjalanan Adam menggambarkan bagaimana seseorang harus menghadapi luka sebelum akhirnya mampu menerima kenyataan dan melanjutkan hidup.
Keseriusan produksi juga terlihat dari persiapan para pemain. Arya Saloka dan Dimas Aditya disebut mempelajari kembali bacaan Al-Qur'an menggunakan Iqro untuk mendukung kebutuhan adegan ruqyah dalam film.
Menariknya, proses produksi juga memiliki aturan khusus ketika azan berkumandang. Syuting dihentikan sementara sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu salat. Sementara itu, untuk adegan yang melibatkan Acha Septriasa, tim produksi mengutamakan penggunaan efek praktikal agar adegan terasa lebih nyata.
Film ini memiliki durasi sekitar 103 menit dan diproduksi oleh Unlimited Production dengan Oswin Bonifanz sebagai produser. Guntur Soeharjanto dipercaya sebagai sutradara, sementara M. Ali Ghifari tercatat sebagai penulis. Sebagai remake resmi Munafik (2016), film ini memiliki tantangan tersendiri. Penonton Indonesia mungkin sudah mengenal film orisinalnya, sehingga versi baru harus menawarkan pengalaman yang tetap memiliki identitas sendiri.
Karena itu, tim produksi membawa pendekatan budaya Indonesia ke dalam pengembangan ceritanya. Kolaborasi dengan Skop Productions serta sejumlah rumah produksi lainnya juga memperlihatkan adanya hubungan produksi lintas negara dalam proyek ini.
Hasilnya diharapkan bukan sekadar menyalin cerita lama, melainkan menghadirkan kembali kisah tersebut melalui sudut pandang yang lebih dekat dengan penonton Indonesia.
Dengan kombinasi horor supranatural, misteri, drama keluarga dan pergulatan spiritual, Munafik: Melawan Iblis menawarkan jenis ketegangan yang tidak hanya mengandalkan suara mengejutkan atau kemunculan makhluk gaib.
Pertanyaan yang lebih menarik justru muncul dari perjalanan Adam: ketika seseorang kehilangan sesuatu yang paling dicintainya, mampukah ia kembali menemukan keyakinan dan berdamai dengan dirinya sendiri? Jawabannya dapat disaksikan mulai 3 September 2026 di bioskop Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....