Bapakmu Kiper, Saat Tarkam Masuk Layar Lebar
- 28 Agt 2026 22:07 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Film Bapakmu Kiper mengambil latar sepak bola antarkampung (tarkam) yang memiliki basis penggemar besar di Indonesia.
- Film ini menggabungkan tema sepak bola akar rumput dengan drama hubungan emosional antara ayah dan anak.
- Fenomena tarkam yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia dinilai masih jarang direpresentasikan dalam industri film nasional sebelumnya.
RRI.CO.ID, Mataram — Sepak bola antarkampung atau yang lebih dikenal dengan istilah tarkam menjadi latar utama film Bapakmu Kiper. Film ini tidak hanya mengangkat hiruk-pikuk sepak bola akar rumput yang memiliki basis penggemar besar di Indonesia, tetapi juga menghadirkan drama hubungan antara ayah dan anak.
Pemilihan sepak bola tarkam sebagai tema dinilai menjadi salah satu daya tarik utama film tersebut. Selama ini, fenomena tarkam yang begitu dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia dinilai masih jarang direpresentasikan dalam film nasional.
Film tersebut juga melibatkan sejumlah nama yang dikenal dalam dunia sepak bola tarkam, di antaranya King Kolo, Agen Agung, Jakite, dan Super Bandit. Selain itu, mantan pesepak bola nasional Shamsir Alam serta pelatih Timnas Indonesia Indra Sjafri turut terlibat dalam film ini.
King Polo salah satu pemain yang terlibat, disela-sela Gala Premiere Lombok, Jumat 28 Agustus 2026 menyebutkan bahwa pengalaman bermain dalam film memberikan tantangan tersendiri. Ia harus menjalani proses syuting sejak pagi hingga malam, termasuk mengikuti latihan dan berbagai pengambilan gambar di lapangan. Pengalaman tersebut sekaligus membuka pandangan baru mengenai dunia seni peran. Ia mengaku terkesan dengan totalitas para pemain film yang harus menjalani proses produksi dalam waktu panjang.
"Menjadi artis ini sangat berat sekali. Dan artis-artis kita di Indonesia ini luar biasa, dia kerja dari pagi sampai pagi. Pokoknya luar biasa," ucapnya.
Agen Agung mengaku terkesan dengan totalitas para pemain film yang harus menjalani proses produksi dalam waktu panjang.
"Jadi harus standby dari pagi sampai malam. Di lapangan atau di rumah, tempat-tempat berbeda. Itu pengalaman yang sangat luar biasa," katanya.
Selain sepak bola tarkam, Bapakmu Kiper menawarkan cerita mengenai hubungan ayah dan anak. Konflik keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan tokoh utama yang berusaha mengejar dan mempertahankan mimpinya.
Ali Fikry salah satu pemeran lainnya mengatakan, dirinya tertarik menerima tawaran bermain dalam film tersebut karena cerita yang mengangkat olahraga yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia.
"Rasanya senang banget waktu pertama kali ditawarin film. Aku langsung tertarik karena ceritanya seputar sepak bola. Aku belum pernah bermain film tentang olahraga," ujarnya.
Namun, cerita film tidak berhenti pada persoalan sepak bola. Relasi antara ayah dan anak menjadi unsur emosional yang memperkuat cerita.
Tokoh anak digambarkan berusaha melindungi sang ayah, sementara persoalan ekonomi dan orang-orang terdekat turut menjadi hambatan dalam perjalanan mewujudkan mimpi.
Film ini juga mempertemukan para pemeran dengan sejumlah pemain tarkam secara langsung. Bagi aktor yang bukan berasal dari latar belakang pesepak bola profesional, proses tersebut menjadi pengalaman sekaligus pembelajaran.
Ali mengaku baru menyadari bahwa bermain sepak bola untuk film memiliki tantangan berbeda dibandingkan bermain sepak bola secara langsung.
"Kalau main bola biasa tinggal main. Tapi waktu syuting kita harus mikirin blocking, hafalin dialog, dan semuanya. Itu seru," katanya.
Sementara itu Fedi Nuril menceritakan salah satu pengalaman yang paling berkesan terjadi ketika proses pengambilan adegan sepak bola bersama King Kolo. Tendangan keras dalam sebuah adegan bahkan membuat ibu jarinya mengalami cedera.
"Waktu syuting jempol saya dibuat keseleo karena tendangan King Kolo. Kencang banget. Padahal sudah pakai sarung tangan," ujarnya.
Meski mengalami cedera, proses pengambilan gambar tetap berlangsung karena kamera belum dihentikan. Pengalaman tersebut menjadi salah satu cerita yang tidak terlupakan selama menjalani produksi.
Bagi para pemain, kehadiran sepak bola tarkam dalam Bapakmu Kiper menjadi sesuatu yang berbeda. Tarkam dinilai memiliki kultur tersendiri yang berbeda dengan sepak bola profesional, sekaligus mempunyai komunitas dan penggemar yang besar.
Perpaduan antara sepak bola tarkam, komedi, serta drama hubungan ayah dan anak pun diharapkan membuat film tersebut dapat diterima oleh penonton dari berbagai kalangan.
"Sepak bola tarkam ini bukan hanya pertama masuk ke film Indonesia, tapi satu-satunya di dunia juga. Melihat kulturnya berbeda sekali dengan sepak bola profesional," ujarnya.
Film Bapakmu Kiper dijadwalkan tayang di bioskop mulai 3 September. Para pemain mengajak masyarakat untuk menyaksikan film tersebut bersama pasangan, teman, maupun keluarga. Pesan mengenai hubungan dengan orang tua menjadi salah satu alasan film ini diharapkan dapat meninggalkan kesan bagi penonton.
"Kalau ada adegan yang membuat kalian ketawa atau terharu, atau jadi teringat tentang Bapak, sampai rumah jadi teringat bahwa ada banyak hal yang belum pernah saya utarakan ke Bapak," tutur Fedi Nuril
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....