Makna Lagu "Teh Hijau" dari Tulus: Belajar Menerima Rasa Hampa dalam Hidup

  • 04 Jul 2026 11:21 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Tulus merilis single
  • Lagu
  • Judul
  • Aransemen lagu terdengar ringan, hangat, dan ceria yang berkontras dengan lirik yang membahas kehampaan, menciptakan pengalaman emosional autentik yang relatable bagi pendengar.

RRI.CO.ID, Mataram - Penggemar lagu-lagu Tulus, pasti sangat antusias menyambut lagu baru dari musisi favoritnya. Fanbase Tulus yang diberi nama Teman Tulus, menanti selama empat tahun, semenjak Album “Manusia” dirilis, tepatnya pada tahun 2022 yang lalu.

Tulus akhirnya kembali menyapa pendengarnya melalui single berjudul “Teh Hijau” yang dirilis pada 30 Juni 2026. Lagu ini menjadi penanda kembalinya Tulus dengan warna musik yang tetap hangat dan sederhana, namun membawa pesan yang jauh lebih reflektif dibandingkan lagu-lagu cintanya terdahulu. Seluruh lirik dan melodi lagu ditulis sendiri oleh Tulus, sementara proses produksinya dikerjakan bersama Yoseph Sitompul.

Lagu ini berbicara tentang sebuah fase kehidupan seseorang ketika merasa kosong, kehilangan semangat dalam segala hal, bahkan sudah sulit untuk merasakan kebahagiaan. Lagu ini sekilas terlihat tidak mengajak pendengarnya untuk memaksakan diri segera baik-baik saja, melainkan bagaimana untuk berusaha menerima bahwa rasa hampa juga merupakan bagian alami dari perjalananan hidup.

Judulnya sendiri dipilih bukan untuk membahas tentang minuman Teh Hijau secara harfiah, namun menjadi sebuah simbol ketenangan, kelegaan, kesederhanaan dan proses pemulihan yang dinikmati secara perlahan. Seperti secangkir Teh Hijau yang dinikmati tanpa tergesa-gesa, karena penyembuhan emosi juga membutuhkan waktu. Terkadang dengan cukup memberi ruang pada diri sendiri untuk beristirahat adalah langkah terbaik untuk kembali menemukan sebuah harapan, nikmati saja, tidak semua kehampaan harus segera dicari solusinya.

Salah satu kekuatan Tulus adalah kemampuannya menulis lirik yang sederhana namun mudah dirasakan banyak orang. Sebut saja lagu-lagu populernya seperti, Gajah, Monokrom, Sepatu,Interaksi, Teman Hidup, Jatuh Suka, dan masih banyak lagi. Semua lagu begitu terasa dekat dengan pendengarnya, dalam lagu Teh Hijau ia menggambarkan bagaimana seseorang sering menerima berbagai saran dari sekitarnya untuk menciba hal-hal baru, hobi baru, mencari suasana berbeda, namun tetap belum mampu mengusir rasa kosong di dalam hati.

Aransemen dalam lagu ini terdengar ringan,hangat dan ceria. Kontras antara musik yang nyaman didengar dengan lirik yang membahas kehampaan menciptakan pengalaman emosional yang autentik. Pendengar diajak memahami bahwa seseorang bisa saja tampak baik-baik saja diluar, tetapi masih menyimpan pergulatan batin yang sering tak terlihat.

Bagi sebagian orang, Teh Hijau bukan sekedar lagu baru dari Tulus, tetapi juga pengingat bahwa dalam hidup, tidak apa-apa jika sesekali berhenti, menghela nafas, memberi waktu bagi hati untuk sembuh dengan caranya sendiri, namun tidak menghilangkan jati diri sehingga lelah dalam kepura-puraan karna menolak menerima semua masalah dengan lapang dada.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....