Riddim In The Air, saat Reggae Lombok Mengudara Membawa Napas Budaya Sasak
- 26 Jun 2026 18:41 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Musik reggae tak hanya menjadi ruang berekspresi bagi band asal Lombok, Amtenar, tetapi juga medium memperkenalkan identitas budaya daerah kepada dunia. Melalui album terbaru bertajuk Riddim In The Air, Amtenar menghadirkan sembilan lagu berbahasa Inggris yang dipadukan dengan sentuhan khas Sasak, termasuk menampilkan atraksi peresean dalam video klip sebagai simbol kekayaan budaya Lombok.
"Album ini resmi dirilis sebagai karya yang menggabungkan semangat reggae internasional dengan akar budaya lokal," ujar Igor, Bassis Amtenar sekaligus pencipta lagu, Jumat 26 Juni 2026.
Ia menjelaskan pemilihan kata Riddim berasal dari pelafalan patois atau dialek Jamaika untuk kata Rhythm. Menurutnya, istilah tersebut memiliki makna yang lebih luas dalam budaya reggae karena merepresentasikan denyut kehidupan dan identitas musik.
"Saya memilih judul Riddim in the Air karena saya ingin album ini menjadi seperti udara yang dihirup—mengalir secara alami, mentransfer energi murni, dan memenuhi setiap sudut ruangan dengan getaran positif yang bisa dirasakan secara instan oleh siapa saja yang mendengarkannya," kata Igor yang terkenal piawai menghibur penonton di atas panggung.
Gagasan album ini lahir ketika Amtenar berada di Jepang. Sebuah tulisan pada kotak mainan anak bertuliskan Restart From The Start memunculkan inspirasi untuk memulai kembali dari titik awal. Filosofi sederhana itu kemudian berkembang menjadi konsep utama album yang mengajak pendengar melihat harapan dan semangat baru melalui alunan musik reggae.
Proses produksi album dilakukan secara independen dengan Igor bertindak sebagai produser, sementara posisi Executive Producer dipercayakan kepada Andika Monoarfa. Sejumlah musisi turut terlibat dalam proyek tersebut, di antaranya Conrad Good Vibration, Joesai, Olan, hingga Lexa Apregio, cucu maestro musik Al Mahsyar.
"Salah satu lagu, Kembang Dese, merupakan daur ulang karya OM Pelita Harapan sebagai bentuk penghormatan kepada musisi senior Lombok, sedangkan lagu Hold On To Your Dream mendapat sentuhan aransemen yang dikerjakan di Stingray London," ucap Igor menjelaskan.
Album Riddim In The Air memuat sembilan lagu, yakni Riddim in the Air, Hold On To Your Dream, Sweet Life, Kembang Dese, My Reggae, Semeton We're Here, Go Home And Peace, True Friend featuring Joesai, serta Akatsuki No Kuni (Negeri Matahari Terbit).
"Lewat karya ini, Kami ingin menunjukkan bahwa musik reggae dapat menjadi jembatan budaya, memperkenalkan wajah Lombok kepada publik internasional tanpa kehilangan identitas lokal yang menjadi ruh setiap lagunya," ujarnya dengan semangat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....