Hari Jadi Bima, ASN Diajak Tampil Elegan lewat Lomba Fashion Show Tenun Bima

  • 18 Jun 2026 16:25 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima –Untuk memeriahkan Hari Jadi Bima ke-385, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bima menggelar Lomba Fashion Show Busana Kerja Berbahan Dasar Tenun Bima.

Lomba ini bertujuan mengangkat martabat Tenun Bima sebagai busana kerja yang elegan, modern, dan tetap berkarakter budaya. Lomba mengusung tema kreativitas dan pelestarian budaya lokal melalui desain busana kerja yang memadukan motif khas Tenun Bima.

Penanggung jawab kegiatan, Rosidin, mengatakan lomba tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk menumbuhkembangkan kreativitas para desainer muda Bima agar terus berinovasi dan berkarya melalui tenun daerah Bima.

“Kami ingin mengenalkan Tenun Bima lebih luas, meningkatkan peran UMKM, serta memperkuat penggunaan busana kerja berbahan tenun yang selama ini digunakan ASN,’’ ujarnya menambahkan dampaknya yakni perekonomian masyarakat semakin bergerak dan tenun Bima semakin eksis.

Menurut pria yang akrab disapa Odi itu, busana yang ditampilkan dalam lomba tahun ini mengusung konsep ready to wear, yakni pakaian yang tidak hanya cocok untuk kebutuhan panggung atau peragaan busana, tetapi juga dapat digunakan dalam berbagai kegiatan formal maupun nonformal.

“Tenun harus benar-benar mampu mewakili karakter pemakainya. Karena itu peserta dituntut menampilkan karya yang orisinal, kreatif, dan tidak meniru desain orang lain,” urai desainer kondang itu kepada RRI Bima.

Melalui ajang ini, Dekranasda Kabupaten Bima berharap Tenun Bima tidak hanya menjadi warisan budaya yang dilestarikan, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk fashion modern yang membanggakan daerah dan memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.

Peserta lomba paparnya terbuka bagi ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, baik PNS, PPPK maupun P3K Paruh Waktu, dan mengikuti lomba secara berpasangan (pria dan wanita). Setiap instansi mengirimkan satu pasang peserta dengan busana yang menggunakan minimal 50 persen bahan tenun khas Bima.

Pendaftaran dibuka mulai 10 hingga 25 Juni 2026 di Dinas Perindag Kabupaten Bima. Penilaian akan mencakup kesesuaian syarat, desain dan kreativitas, serta penampilan peserta di atas panggung.

Selain memperebutkan piala, uang tunai, dan sertifikat, ajang ini diharapkan menjadi wadah promosi bagi produk tenun lokal sekaligus mendorong kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Bima.

Melalui kegiatan ini, Dekranasda Kabupaten Bima mengajak seluruh peserta untuk menunjukkan kreativitas, melestarikan budaya, dan membanggakan Tenun Bima sebagai identitas daerah yang bernilai tinggi.

"Tampilkan karakter terbaik, berani berinovasi, dan jadilah diri sendiri. Karya yang ditampilkan harus orisinal dan mampu menunjukkan identitas budaya Bima," pesan Odi kepada seluruh peserta lomba.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....