Mengapa Esports World Cup 2026 Digelar di Paris?
- 09 Jun 2026 14:53 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Esports World Cup (EWC) 2026 akan menghadirkan perubahan penting dalam sejarah turnamen tersebut. Setelah beberapa edisi digelar di Riyadh, Arab Saudi, ajang esports berskala global ini resmi berpindah ke Paris, Prancis. Keputusan tersebut menarik perhatian komunitas esports karena menandai pertama kalinya EWC diselenggarakan di luar Arab Saudi.
Dilansir dari laman Esports World Cup Foundation (EWCF), Paris dipilih sebagai tuan rumah Esports World Cup 2026 setelah mempertimbangkan berbagai faktor operasional dan kondisi regional. Meski lokasi berubah, jadwal pelaksanaan tetap berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026 dengan mempertandingkan berbagai cabang game populer yang diikuti klub-klub esports terbaik dunia.
| Baca juga: Apa Itu Esports Nations Cup? |
Menurut laporan Engadget, perpindahan lokasi ini juga berkaitan dengan pertimbangan stabilitas dan kelancaran penyelenggaraan acara. Dengan memilih Paris, penyelenggara berharap seluruh peserta, mitra, sponsor, serta penggemar dari berbagai negara dapat mengikuti turnamen dengan lebih nyaman dan mudah diakses.
Selain itu, Paris memiliki infrastruktur yang mendukung penyelenggaraan event internasional berskala besar. Kota ini telah berpengalaman menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga, hiburan, dan pameran global. EWC 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung di Paris Expo Porte de Versailles, salah satu pusat pameran terbesar di Eropa yang mampu menampung ribuan pengunjung.
Perpindahan ke Paris juga dinilai membuka peluang pasar yang lebih luas bagi industri esports. Berdasarkan analisis kanal Youtube RISEUPTVID, lokasi di Eropa berpotensi meningkatkan jumlah penonton dari kawasan Eropa dan Amerika Utara, terutama untuk game PC seperti League of Legends, VALORANT, Counter-Strike 2, dan Rainbow Six. Kehadiran komunitas esports yang besar di wilayah tersebut menjadi salah satu nilai tambah bagi penyelenggara event EWC 2026.
Meski demikian, perubahan lokasi menghadirkan sejumlah tantangan. Perbedaan zona waktu membuat sebagian penggemar di Asia Tenggara harus mengikuti pertandingan pada malam hingga dini hari. Kondisi ini diperkirakan dapat memengaruhi jumlah penonton beberapa gim mobile yang memiliki basis penggemar besar di kawasan tersebut, seperti Mobile Legends: Bang Bang, Honor of Kings, dan Free Fire.
Tantangan lain datang dari aspek administrasi perjalanan. Berbeda dengan Arab Saudi yang sebelumnya memberikan kemudahan akses bagi peserta internasional, regulasi visa di kawasan Eropa cenderung lebih ketat. Hal ini membuat tim dan kru dari berbagai negara perlu mempersiapkan proses keberangkatan dengan lebih matang.
Di sisi lain, banyak pihak menilai perpindahan ini dapat memperkuat posisi EWC sebagai ajang esports global. Selain berpotensi meningkatkan eksposur media dan menarik sponsor baru, penyelenggaraan di Paris juga menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan turnamen ke pasar internasional. Pada akhirnya, keputusan ini menunjukkan bahwa perkembangan esports tidak lagi terpusat pada satu wilayah, melainkan terus bergerak mengikuti dinamika industri dan komunitas global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....