Misteri Tradisi dan Identitas dalam Film Para Perasuk

  • 17 Apr 2026 08:29 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Film Para Perasuk mengangkat tradisi kerasukan di Desa Latas
  • Kisah Bayu berjuang menyelamatkan mata air keramat menampilkan konflik ambisi, identitas, dan budaya
  • Tayang 23 April 2026 dengan nuansa spiritual kuat

RRI.CO.ID, Mataram - Film Para Perasuk hadir sebagai karya sinema Indonesia yang memadukan unsur budaya, spiritualitas, dan konflik batin manusia dalam satu cerita yang kuat. Berdasarkan informasi dari Instagram @filmparaperasuk, film ini mengangkat kisah yang berakar dari tradisi lokal yang hidup di tengah masyarakat dan memiliki makna lebih dalam dari sekadar ritual.

Cerita berpusat di Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota yang dikenal dengan pesta kerasukan. Tradisi ini bukan hanya sekadar pertunjukan, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan dan hiburan warga secara turun temurun. Dalam suasana komunal yang kental, kerasukan menjadi ruang ekspresi sekaligus identitas budaya yang dijaga bersama.

Konflik mulai muncul ketika mata air keramat yang menjadi sumber penting bagi para Perasuk terancam digusur. Mata air ini bukan hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi simbol kehidupan bagi desa tersebut. Di tengah ancaman itu, muncul sosok Bayu, seorang pemuda berusia 20 tahun yang memiliki tekad besar untuk menyelamatkan desanya.

Bayu berambisi menjadi Perasuk utama yang akan memimpin pesta besar besaran demi mengumpulkan dana untuk menebus kembali mata air tersebut. Namun dalam perjalanannya, ia mulai menyadari bahwa ambisi saja tidak cukup. Menjadi Perasuk sejati membutuhkan pemahaman, ketulusan, dan kedekatan dengan tradisi yang dijalani.

Film ini dibintangi oleh Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Anggun, Chicco Kurniawan, Ganindra Bimo, dan Indra Birowo. Setiap karakter membawa dinamika yang memperkaya cerita, baik dari sisi konflik pribadi maupun hubungan sosial dalam kehidupan desa.

Dari sisi produksi, film ini diproduksi oleh Rekata Studio, yang dikenal menghadirkan karya karya dengan pendekatan artistik dan cerita yang kuat. Selain itu, film ini juga melibatkan sejumlah produser seperti Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi dalam proses pengembangannya .

Secara visual, film ini menonjolkan kekuatan ekspresi tubuh, gerak tari, serta energi kolektif dalam ritual kerasukan. Hal ini memperkuat suasana cerita yang tidak hanya intens, tetapi juga sarat makna budaya.

Film karya Wregas Bhanuteja ini juga mendapat perhatian internasional setelah terpilih dalam Sundance Film Festival 2026. Selain itu, berdasarkan informasi dari Instagram resminya, Para Perasuk dijadwalkan tayang di bioskop mulai 23 April 2026, menjadikannya salah satu film Indonesia yang dinantikan tahun ini.

Secara keseluruhan, Para Perasuk bukan hanya bercerita tentang tradisi, tetapi juga tentang perjuangan menjaga identitas, pertarungan antara ambisi dan tanggung jawab, serta makna menjadi bagian dari sebuah komunitas.

Film ini mengajak penonton untuk melihat bahwa di balik setiap tradisi, ada cerita tentang manusia yang berjuang mempertahankan apa yang mereka yakini sebagai bagian penting dari hidup mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....