Puncak FFS 2025, Sineas Muda NTB Bersinar

  • 15 Des 2025 07:05 WIB
  •  Mataram

KBRN,Mataram: Puncak Festival Film Sangkareang (FFS) 2025 menjadi panggung bergengsi bagi sineas muda Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menunjukkan kualitas karya terbaiknya. Ajang yang digelar di Kota Mataram ini mencatat partisipasi 51 film karya sineas muda dari berbagai daerah di NTB.

Setelah melalui proses kurasi ketat, terpilih 10 film nominasi terbaik yang ditayangkan pada malam puncak, masing-masing lima kategori pelajar dan lima kategori umum, Minggu malam (14/12).

Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana menilai FFS kian mengukuhkan diri sebagai ruang strategis tumbuhnya sineas muda di Lombok dan NTB. Menurutnya, festival ini tidak sekadar lomba, melainkan wadah belajar, berekspresi, serta penguatan ekosistem ekonomi kreatif perfilman daerah.

“Ini adalah bentuk penghargaan atas langkah kreatif dari lingkup kecil yang kelak bisa menghasilkan sesuatu yang besar,” ujarnya saat menghadiri malam Anugerah Festival Film Sangkareang di kawasan Mataram Mall.

Ia menambahkan, kemajuan teknologi membuat produksi film semakin inklusif dan terjangkau. Tantangan sineas kini terletak pada kreativitas gagasan, konsistensi berkarya, serta kemampuan menghadirkan emosi kepada penonton.

“Film bukan hanya soal karya seni, tapi juga membangun komunitas dan industri kreatif yang saling terhubung,” kata Mohan.

Pemkot Mataram pun menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan FFS dengan mendorong penyelenggaraan yang lebih matang pada 2026, tetap mengangkat cerita lokal serta nilai sosial dan edukasi lingkungan.

Direktur FFS 2025, Budi Daryono, menyebut festival ini dirancang sebagai perayaan sinema daerah. "Tingginya antusiasme peserta, termasuk dari kalangan pelajar Lombok dan Sumbawa, menjadi sinyal kuat terjadinya regenerasi sineas lokal." Katanya.

Pada malam puncak, panitia menetapkan Jenggala sebagai Film Pendek Umum Terbaik, Kukira Teduh sebagai Film Terbaik Kategori Pelajar, Diary sebagai Film Favorit Pilihan Penonton, Athaya dan Lana Videografer (Golden Studio) sebagai Wedding Videografi Terbaik, serta Navaria sebagai Video Perpisahan Sekolah Terbaik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra menegaskan FFS merupakan bagian dari strategi pengembangan ekonomi kreatif berbasis talenta lokal. Ia menyebut antusiasme peserta dan masyarakat terhadap dunia perfilman terus meningkat.

“Ke depan FFS akan dikemas lebih menarik. Tahun ini saja sudah ada kategori baru, seperti wedding videography dan video perpisahan, sebagai respons atas dinamika dan minat kreator muda,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....