Festival Teater Indonesia Perkuat Jejaring Seni Nasional
- 11 Des 2025 18:03 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Gelaran Festival Teater Indonesia (FTI) di Taman Budaya NTB menandai momen penting bagi pergerakan seni teater Indonesia. Pada 10–12 Desember 2025, Mataram menjadi titik temu bagi seniman dari berbagai kota, menghadirkan lima pementasan adaptasi sastra melalui kuratorial yang ketat dan komprehensif.
FTI dibangun sebagai arena pertukaran gagasan. Kolaborasi Titimangsa, Penastri, dan Ditjen Kebudayaan menjadikan festival ini bukan sekadar ajang pertunjukan, tetapi juga wadah pembelajaran bagi penguatan ekosistem sastra dan seni pertunjukan.
Tema Sirkulasi Ilusi menjadi landasan untuk mempertemukan realitas sosial dan representasi artistik. Seniman diberi kebebasan mengolah teks sastra ke panggung teater, menghasilkan tafsir yang beragam dan memperluas wacana teater Indonesia.
Berikut jadwal pementasan teater di Kota Mataram.
10 Desember 2025
Pukul 16.00 WITA: Borka
Adaptasi cerpen Kiki Sulistyo
Oleh Teater Lho Indonesia dari Mataram, NTB
Pukul 20.00 WITA: Wajah Halimunda
Adaptasi novel Eka Kurniawan
Oleh Yeni Wahyuni dari Padang Panjang, Sumatera Barat
11 Desember 2025
Tidak ada pementasan, program sayap berlangsung
12 Desember 2025
Pukul 16.00 WITA: Nyai Mirah Sang Kuli Kontrak
Adaptasi novel Hanna Rambe
Oleh Dexara Hachika dari Pontianak, Kalimantan Barat
Pukul 20.00 WITA: 1965
Adaptasi novel Kopong Bunga Lamawuran
Oleh Nara Teater dari Flores Timur, Nusa Tenggara Timur
Pukul 20.00 WITA: Perempuan dan Rahasianya
Adaptasi kumpulan cerpen Intan Paramaditha
Oleh Sanggar Budaya Kalimantan Selatan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Rangkaian pementasan tersebut memperlihatkan keberagaman estetika dan perspektif lokal yang saling melengkapi. Penonton disuguhi karya dengan spektrum yang luas, mulai dari sejarah, sosial, gender, hingga eksplorasi identitas.
Selain pertunjukan, program sayap seperti bincang karya, jelajah panggung, lokakarya, dan simposium memperkenalkan proses kreatif yang panjang di balik sebuah produksi teater. Program arsip turut disiapkan untuk menjaga dokumentasi perkembangan teater daerah yang selama ini sering luput tercatat.
FTI juga memberikan penghargaan kepada seniman yang telah berdedikasi lebih dari seperempat abad dalam memajukan seni pertunjukan. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian panjang yang menginspirasi generasi berikutnya.
Dengan mempertemukan seniman, komunitas, kurator, dan publik dari berbagai kota, FTI di Mataram memperkuat jejaring seni nasional serta membuka peluang kolaborasi baru. Festival ini menjadi ruang bertumbuhnya talenta muda dan momentum merayakan keberagaman teater Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....