Pertemuan Teater Nasional Hidupkan Ruang Ekspresi Mataram

  • 11 Des 2025 17:57 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Festival Teater Indonesia (FTI) kembali menegaskan posisinya sebagai ruang perjumpaan kreatif bagi ekosistem seni pertunjukan tanah air. Pada 10–12 Desember 2025, Taman Budaya NTB menjadi tuan rumah bagi lima pertunjukan teater adaptasi sastra dari berbagai daerah, menjadikan Mataram sebagai kota ketiga dari rangkaian festival di empat kota.

FTI tidak hanya menghadirkan pementasan, tetapi juga membuka ruang dialog melalui bincang karya, diskusi, lokakarya, simposium, jelajah panggung, hingga Teras FTI yang melibatkan komunitas dan UMKM lokal. Perhelatan ini menjadi wadah lintas generasi dan lintas wilayah untuk saling bertemu, berbagi pengetahuan, dan memperluas jaringan kreatif.

Tema Sirkulasi Ilusi menjadi pintu masuk untuk membahas hubungan antara realitas dan representasi dalam kehidupan masa kini. Melalui tema ini, FTI mendorong terjadinya pertukaran gagasan antara teks sastra dan panggung pertunjukan.

Sejak Agustus 2025, Panggilan Terbuka menjaring 213 pendaftar dari 25 provinsi. Melalui kuratorial yang menekankan tawaran estetika, konteks lokal, dan pemerataan wilayah, terpilih sejumlah kelompok dan seniman teater yang kemudian memperoleh pendampingan artistik sebelum tampil di panggung.

Di Mataram, penonton menikmati ragam pertunjukan adaptasi yang luas, mulai dari cerpen hingga novel. Perbedaan gaya, medium, dan pendekatan artistik memperlihatkan kekayaan teater Indonesia yang semakin berkembang.

Dibuka resmi oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal yang mengungkapkan "Teater adalah ruang ekspresi, itu sebabnya kami menyambut positif kegiatan ini dan melihat antusias anak muda hadir dan menikmati pertunjukkan teater menunjukkan bahwa seni teater memiliki tempat tersendiri di hati generasi muda".

Selain pertunjukan, FTI juga menyiapkan program arsip yang bertujuan menjaga jejak perkembangan teater daerah. Dokumentasi ini akan dirilis dalam bentuk buku digital sebagai bahan pembelajaran dan rujukan generasi berikutnya.

Festival ini turut memberikan Penghargaan Atas Pengabdian Seumur Hidup kepada tokoh yang telah lebih dari dua puluh lima tahun berkarya, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam memajukan seni pertunjukan.

Melalui pertemuan besar di Mataram, FTI diharapkan menjadi ruang pembelajaran, kolaborasi, serta pemupuk regenerasi seniman teater Indonesia. Di tengah berbagai ketidakpastian zaman, kreativitas dan seni tetap menjadi ruang yang menjanjikan untuk tumbuh dan menghidupkan harapan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....