Kisah Iskandar Musisi Tunanetra Nada Tanpa Batas Lombok
- 30 Nov 2025 22:51 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Musik adalah seni mengatur bunyi dan keheningan menjadi harmoni yang indah dan bermakna. Ia bukan sekadar suara, tetapi bahasa universal yang mampu membangkitkan emosi, menghadirkan suasana, dan menyatukan perasaan manusia. Melalui musik, seseorang bisa mengekspresikan kebahagiaan, kesedihan, bahkan semangat hidup — seperti yang dilakukan oleh sosok inspiratif bernama Iskandar. Iskandar adalah seorang pemuda tunanetra dari Dusun Repok Lepak, Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur. Meski hidup dengan keterbatasan penglihatan, semangatnya dalam dunia musik tidak pernah surut. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan kecintaan yang besar terhadap musik “Saya mulai belajar musik sejak umur 11 tahun, waktu masih kelas dua SD. Alat musik pertama yang saya pelajari adalah gitar, karena itu yang pertama kali diajarkan di sekolah,” ujar Iskandar dengan semangat. Bagi Iskandar, belajar musik bagi tunanetra bukanlah hal yang mustahil. Hanya saja, pendekatannya berbeda. Jika orang awas mengandalkan penglihatan, maka tunanetra seperti dirinya lebih fokus pada pendengaran dan perasaan (feeling). Ia berlatih keras untuk melatih kepekaan telinga agar bisa mengenali nada, tempo, dan harmoni dengan tepat. “Tantangan terberat adalah bermain secara rapi dan presisi. Sebagai tunanetra, kami harus lebih disiplin, karena setiap kesalahan kecil bisa langsung terdengar,” tuturnya. Perjuangan Iskandar membuahkan hasil. Tahun 2010, ia mengikuti festival musik di Malang dan berhasil meraih juara harapan tiga. Bagi banyak orang mungkin itu pencapaian kecil, tapi bagi Iskandar, itu adalah tonggak penting dalam perjalanan hidupnya. “Itu proses yang membuat saya semakin semangat untuk terus belajar dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berkarya, ” katanya.
Kini, Iskandar aktif sebagai additional player (pemain tambahan) di beberapa band lokal di Lombok. Ia menjadi pemain gitar di band Pelita Gruv, dan juga bergabung sebagai pemain tetap di orkes melayu legendaris Pelita Harapan. Lebih dari itu, kemampuan musiknya tidak hanya berhenti di gitar — Iskandar juga piawai memainkan drum, keyboard, bass, gendang, hingga suling. Keahlian dan semangatnya menjadikan Iskandar inspirasi bagi banyak penyandang disabilitas lainnya. Ia membuktikan bahwa musik memang tidak mengenal batas. Dengan ketekunan dan semangat belajar, siapa pun bisa berkarya dan bersinar “Untuk teman-teman disabilitas, jangan pernah menyerah. Meskipun kita punya keterbatasan, semangat belajar kita tidak boleh terbatas. Jadikan kekuranganmu sebagai kekuatanmu, bukan kelemahanmu,” pesan Iskandar.
Kisah Iskandar mengingatkan kita bahwa musik bukan hanya tentang nada, tetapi tentang semangat, perjuangan, dan keindahan jiwa. Dalam harmoni yang ia ciptakan, tersimpan pesan kuat bahwa keterbatasan fisik tidak akan pernah bisa membatasi seseorang yang memiliki mimpi dan tekad besar.
Penuulis: Husnul Hadi
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....