Ucok dan Ardi: Perjuangan Monetisasi Konten di Facebook

  • 30 Nov 2025 21:56 WIB
  •  Mataram

KBRN Mataram: Ucok memulai ceritanya tentang awal mula bermain media sosial. Awalnya ia hanya update status untuk iseng, stalking teman, atau sekadar mengisi waktu luang. Semua dimulai tanpa target yang jelas, hanya untuk gabut dan mengikuti tren.

Sekitar satu setengah sampai dua tahun lalu, Ucok mulai serius mengamati Facebook Pro. Ia awalnya hanya memiliki sekitar 5.000 follower, dan hampir tidak tahu cara menghasilkan uang dari konten yang diunggah.

Ucok mengakui bahwa ia gaptek soal monetisasi. Semua yang ia tahu hanyalah membuat konten dan mengunggahnya. “Saya kan cuma upload konten, upload konten, tanpa paham fitur yang ada,” katanya.

Dengan bantuan teman, akun Ucok mulai di-setting untuk Facebook Pro. Ia diberi tahu bahwa konten harus original dan jam tayangnya harus tercapai. Ia pun mulai mengunggah hingga 10–15 video per hari untuk mengejar target tersebut.

Proses ini tidak mudah. Ucok menekankan bahwa keseriusan sangat dibutuhkan. Jika tidak niat, sulit untuk mendapatkan penghasilan dari Facebook Pro. Semua harus konsisten dan mengikuti aturan platform.

Ardi juga bercerita pengalaman serupa. Ia sempat ditawari Facebook Pro, tetapi lebih fokus membuat konten dan menyerahkan urusan monetisasi pada orang lain. Ia menekankan bahwa yang penting adalah tetap konsisten mengunggah konten yang diminati penonton.

Ucok mengenang pencapaian pertamanya. Ia berhasil mendapatkan penghasilan pertama sekitar 6 juta rupiah. Sementara Ardi, yang lebih dulu bermain, mendapatkan 1,7 juta rupiah sebagai penghasilan awal dari Facebook.

Kini, keduanya sudah berhasil menyesuaikan diri. Ucok pernah menembus 15 juta viewers, dan penghasilan per bulan bisa mencapai 5 juta rupiah. Semua itu diperoleh dari konten sederhana tentang keseharian, masak, dan kuliner, yang tetap disukai penonton.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....