Erni: Jangan Gengsi Lagu Daerah Sendiri
- 31 Okt 2025 18:08 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Dalam episode terbaru podcast Ngantin Yuk RRI Mataram yang dipandu Dika Swara dan Omink Chan, penyanyi Sasak populer Erni Ayu Ningsih atau yang akrab dipanggil Erni berbagi pesan penting bagi generasi muda. Saat Omink Chan menanyakan tentang tips melestarikan budaya melalui musik, Erni menekankan agar anak-anak muda, khususnya Gen Z, tidak malu atau gengsi menyukai lagu-lagu daerah sendiri.
“Pesannya supaya anak-anak muda sekarang, Gen Z, lebih mencintai lagu-lagu daerah sendiri. Walaupun suka dengan lagu daerah orang lain, gak usahlah terlalu gengsi dengan lagu daerah sendiri,” ujar Erni dengan nada santai tapi penuh semangat.
Ia menekankan bahwa apresiasi terhadap budaya lokal bukan hanya soal nostalgia, tapi juga cara mempertahankan identitas dan warisan musik Sasak.
Hendri, yang juga hadir dalam podcast, menambahkan bahwa sukses dalam dunia musik tidak harus dibawa dengan gengsi atau keinginan terlihat keren.
“Kalau mau jadi orang sukses, enggak mesti suksesnya harus dibawa dengan gengsi. Jadi, gensinya dibuang, kerjain aja kalian fokus, disiplin, dan tanggung jawab dengan apa yang kamu inginkan. Saya yakin bisa sukses,” katanya.
Selaras dengan pesan itu, Erni kemudian membawakan lagu klasiknya yang sempat populer, Sambal Colek, sebagai contoh karya yang tetap relevan dan bisa dinikmati lintas generasi. Ia bahkan menyempatkan untuk mengajak pendengar menyanyi bersama, menghadirkan nuansa santai dan hangat di studio podcast.
“Ini lagu Sambal Colek, sudah agak jadul tapi masih happen sampai sekarang, bahkan sampai luar negeri. Jadi, lagu daerah itu bisa terus hidup kalau kita peduli dan terus membawakannya,” jelas Erni sambil tersenyum.
Suasana podcast semakin hidup ketika ia mulai menyanyikan potongan lagu, lengkap dengan pengucapan khas bahasa Sasak yang unik.
Para pendengar pun dibuat terhibur oleh gaya santai dan jenaka Erni. Bahkan beberapa kata dalam lirik lagu seperti “koring” yang merupakan bahasa pencipta lagu dijelaskan langsung olehnya agar para pendengar mengerti arti dan konteksnya.
“Ini bahasa sini ya, koring tering,” tuturnya, membuat suasana makin cair dan hangat.
Selain nostalgia, momen ini juga menjadi ajang edukasi tentang bagaimana musik daerah bisa tetap hidup dan bersaing di era digital. Erni menekankan bahwa penting bagi generasi muda untuk mengenal akar budaya mereka sekaligus memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan karya lokal.
Di akhir sesi, Erni menutup dengan ucapan terima kasih kepada tim podcast dan pendengar.
"Terima kasih sudah diundang, sampai jumpa di Ngantin Yuk,” tutupnya.
Pesan ini menjadi pengingat penting bahwa pelestarian budaya tidak harus serius dan formal, tetapi bisa tetap seru dan menghibur.
Episode ini jelas bukan hanya tentang musik atau nostalgia, tetapi juga motivasi dan inspirasi bagi generasi muda agar tetap mencintai lagu-lagu daerah dan tidak takut menonjolkan budaya lokal di tengah gempuran musik modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....