Erni Buka Suara Soal Oyat, Hendri dan Ardi

  • 31 Okt 2025 16:59 WIB
  •  Mataram

KBRN,Mataram: Erni Ayu Ningsih, penyanyi Sasak yang akrab disapa Erni, memang sudah dikenal luas di kalangan pencinta musik daerah. Dalam Podcast Ngantin Yuk RRI Mataram , Erni bercerita tentang pengalaman uniknya di dunia tarik suara.

Salah satu kisah yang ia bagikan adalah tentang sosok Mas Oyat, teman sekaligus rekan panggung yang memiliki suara khas dan karakter unik.

“Yang identik sama suaranya Mas Oyat itu ya… suaranya Oyat banget!” ujar Erni sambil tertawa.

Erni mengaku, Oyat sering ia ajak tampil bersama di berbagai panggung musik Sasak. “Oyat itu selalu saya bawa manggung, sama kayak Hendri Ardi,” katanya. “Dia tuh bisa nyanyi juga, lho.”

Namun, meski punya bakat, perjalanan Oyat di dunia rekaman ternyata tak semulus penampilannya di atas panggung. “Dia pernah disuruh rekaman, tapi hasilnya waktu itu kurang bagus, suaranya kayak ‘hapus’, nggak keluar maksimal,” kenang Erni.

Menurut Erni, hal itu bukan karena Oyat tidak berbakat, melainkan karena faktor percaya diri dan kondisi saat rekaman. “Mungkin waktu itu produsernya juga beda, ya,” katanya. “Kalau produsernya pas, mungkin hasilnya juga bisa lebih bagus.”

Erni lalu menceritakan bahwa dirinya sempat beruntung bertemu dengan produser yang cocok dengan karakter suaranya. “Alhamdulillah, waktu itu produsernya bisa ‘main’ sama warna suara saya. Cocok banget, sampai saya sendiri bingung, kok bisa nyatu gitu.”

Namun di balik semua pengalaman panggung dan rekaman itu, Erni ternyata juga pernah merasa tidak percaya diri. Saat ditanya soal itu, ia tertawa kecil sebelum mengaku jujur. “Gak PD banget, sih, sebenarnya,” katanya. “Bahkan waktu shooting pun, pas dengar suara sendiri dari playback, rasanya pengen nutup kuping.”

Erni menuturkan bahwa bagi penyanyi, mendengar suara sendiri dari hasil rekaman sering kali jadi pengalaman yang aneh. “Kalau di panggung kan bebas, ya. Mau suara pecah atau serak, penonton tetap semangat. Tapi kalau di rekaman, semuanya kedengeran jelas. Harus rapi, harus pas,” ujarnya.

Ia kemudian membandingkan suasana panggung dengan studio. Menurut Erni, dua dunia itu sangat berbeda. “Kalau nyanyi live itu enak, karena bisa dapet energi dari penonton. Tapi kalau di studio, suasananya sepi. Kita cuma denger suara sendiri di headphone, itu bikin tegang,” katanya sambil tertawa.

Karena itu, Erni pun punya pilihan tersendiri soal tampil. “Kalau disuruh rekaman dua lagu atau lipsing satu lagu di panggung, aku mending pilih lipsing,” ujarnya jujur. “Soalnya kalau lipsing, setidaknya aku bisa tampil santai tanpa harus stres mikirin hasil rekaman.”

Bagi Erni, tampil di panggung bukan soal kesempurnaan teknis, tapi soal perasaan dan kebahagiaan. “Yang penting penonton senang, aku juga senang,” ujarnya. “Kadang, suara yang sedikit fals malah bikin suasana lebih hidup dan lucu.”

Walau sempat minder, Erni tetap terus berkarya dan menjaga semangatnya di dunia musik Sasak. Pengalamannya bersama Oyat dan teman-teman musisi lain membuatnya sadar bahwa setiap suara punya keunikan tersendiri. “Yang penting percaya diri dan tetap bernyanyi dengan hati,” tutup Erni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....