Ada yang Tau Awal Mula Erni Seterkenal Sekarang?
- 31 Okt 2025 16:45 WIB
- Mataram
KBRN,Mataram: Podcast Ngantin Yuk! kali ini terasa berbeda. karena bintang tamunya: dua penyanyi Sasak kebanggaan Lombok, Erny Ayu Ningsih dan Lalu Hendri Praja. Bayangkan saja, dua musisi berbakat dipertemukan dengan dua pemandu acara yang kalau ngomong bisa bikin suasana studio kayak hajatan, ramai, riuh, tapi penuh tawa.
Video lengkapnya : Dengerin Cerita Mba Erni Ayuningsih Jadi Lebih Tau di Balik Kiprahnya
Obrolan dimulai dari cerita masa kecil Erny yang ternyata sudah akrab dengan dunia tarik suara. Tapi yang bikin kaget, lagu pertama yang ia gandrungi bukan lagu daerah, melainkan lagu India!
“Dulu waktu kecil, aku suka banget nyanyi lagu India,” kenangnya sambil tertawa. “Lagu-lagu yang susah itu malah bikin aku penasaran dan pengen bisa nyanyiin.”
Mendengar itu, Omink langsung nyeletuk, “Wah, pantes napasnya kuat banget, lagu India aja bisa ditaklukin! Aku baru nyanyi setengah bait udah megap-megap.”
Studio langsung pecah ketawa. Erny kemudian bercerita bahwa ia tidak pernah ikut kursus vokal atau pelatihan khusus. Ia belajar sendiri, hanya bermodalkan telinga, rasa penasaran, dan semangat pantang menyerah. “Aku belajar dari kaset dan radio aja,” ujarnya. “Kalau salah, ulang lagi. Terus aja sampai bisa.” Dari situ, bakatnya tumbuh dan suaranya makin terasah.
Perlahan tapi pasti, Erny mulai dikenal lewat berbagai lomba nyanyi. Dari tingkat kampung, kecamatan, sampai provinsi. “Aku pernah juara dua di tingkat NTB,” katanya dengan bangga. Dika langsung menimpali dengan gaya kocak, “Juara dua itu keren! Aku aja lomba tarik tambang dulu kalah di babak penyisihan.” Semua pun kembali tertawa.
Puncak perjalanan Erny datang ketika sepupunya mengenalkannya pada seorang produser musik. Dari situ, ia dibawa ke Studio Terara di Kopang, Lombok Tengah, tempat banyak penyanyi Sasak besar lahir. “Itu pertama kali aku rekaman lagu Sasak. Deg-degan banget,” kenangnya. “Tapi dari situ, nama aku mulai dikenal.” Omink menimpali dengan gaya jenakanya, “Wah, Studio Terara itu kayak Hogwarts-nya penyanyi Sasak ya? Masuk situ langsung jadi legenda!”
Kalau Erny memulai kariernya dari panggung lomba, lain lagi cerita Lalu Hendri Praja. Lelaki satu ini justru datang dari dunia modeling. “Awalnya aku cuma jadi model video klip lagu Sasak,” katanya sambil tertawa. “Cuma gaya-gaya aja, lipsing dikit biar kelihatan keren.” Mendengar itu, Dika langsung menggoda, “Jangan-jangan lipsing-nya suka telat satu detik kayak sinetron sore?”
Semua kembali tertawa, termasuk Hendri sendiri. Tapi siapa sangka, dari sekadar model lipsing, Hendri malah berubah jadi penyanyi sungguhan. “Banyak yang bilang, ‘nyanyi sendiri aja dong’. Akhirnya aku belajar, pelan-pelan. Otodidak juga kayak Erny,” ceritanya. Sekarang, suaranya malah sering terdengar di berbagai acara besar — dari pesta rakyat sampai konser budaya. Dari model lipsing jadi penyanyi beneran, Hendri membuktikan bahwa peluang bisa datang dari mana saja, asal berani mencoba.
Meski terlihat seru, perjalanan mereka berdua tentu tidak selalu mulus. Erny dan Hendri sama-sama pernah merasakan pahitnya diremehkan. “Sukanya sih, bisa ngenalin budaya kita ke banyak orang,” kata Erny. “Tapi dukanya, kadang ada yang nyinyir, bilang lagu Sasak itu ketinggalan zaman.” Hendri menimpali dengan santai, “Biarin aja. Yang penting kita tetap nyanyi. Toh yang nyinyir belum tentu bisa nada tinggi kayak Erny!” Kalimat itu langsung disambut tawa pecah dari Dika dan Omink.
Namun di balik canda itu, ada pesan yang dalam. Dika kemudian berkata, “Kalau semua orang mikirin nyinyiran, nanti nggak ada yang mau jaga budaya sendiri.” Semua mengangguk setuju. Musik Sasak bukan hanya hiburan, tapi juga simbol identitas, kebanggaan, dan cinta pada tanah sendiri.
Obrolan pun ditutup dengan suasana hangat. Erny mengungkapkan harapannya agar lagu-lagu Sasak bisa dikenal lebih luas, bahkan hingga ke luar negeri. “Karena musik ini bukan cuma soal nada, tapi tentang siapa kita,” ujarnya dengan mata berbinar. Hendri pun menambahkan, “Selama masih ada semangat, kami akan terus berkarya.”
Podcast Ngantin Yuk! kali ini benar-benar jadi kombinasi sempurna antara tawa, cerita perjuangan, dan cinta budaya. Dika dan Omink berhasil mengemas obrolan ringan yang penuh makna, seperti ngobrol santai di berugak sambil ngopi sore. Dari nyanyi lagu India sampai jadi ikon musik Sasak, kisah Erny dan Hendri membuktikan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari hal kecil — asal dijalani dengan hati, tawa, dan keyakinan.
Dan ya, seperti kata mereka di akhir acara:
“Selama masih ada suara, kami akan terus bernyanyi. Karena Sasak bukan sekadar lagu — tapi jiwa kami.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....