Erny dan Hendri: Dua Wajah Baru Musik Sasak yang Bikin Bangga Lombok

  • 31 Okt 2025 09:37 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Dua nama yang kini tengah bersinar di dunia musik Sasak, Erny dan Hendri, berbagi kisah perjalanan unik mereka dalam menapaki industri musik daerah yang sarat makna budaya. Keduanya tak hanya hadir membawa hiburan, tetapi juga semangat melestarikan warisan seni Lombok agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Erny Ayuningsih, yang kini dikenal sebagai salah satu penyanyi populer Sasak, mengaku tak pernah menyangka dirinya akan berkarier di dunia tarik suara.

“Awalnya saya nggak nyangka bakal jadi penyanyi,” ujarnya sambil tertawa dalam beberapa kesempatan Podcast dengan RRI Mataram.

“Dulu cuma iseng-iseng nyanyi, eh ternyata malah keterusan.” Katanya.

Dari sekadar hobi, suara khas dan kemampuannya membawakan lagu-lagu bernuansa tradisional membuat Erny cepat dikenal luas di kalangan pecinta musik daerah. Lewat ketulusan dan keautentikan gayanya, Erny berhasil membawa napas baru bagi musik Sasak yang dulu sempat dianggap kuno.

Sementara itu, perjalanan Hendri justru dimulai dari jalur berbeda. Sebelum dikenal sebagai penyanyi, ia lebih sering tampil sebagai model video klip lagu-lagu Sasak. Namun, respons positif dari penonton mendorongnya untuk ikut bernyanyi di atas panggung.

“Tapi karena banyak yang minta nyanyi, ya sudah... saya nyanyi!” katanya sambil tersenyum.

Kini, Hendri menjadi salah satu penyanyi yang diperhitungkan di kancah musik Sasak modern. Ia dikenal mampu memadukan nuansa tradisional dengan sentuhan pop yang segar, menjadikannya idola baru di kalangan anak muda Lombok.

Bagi Erny, menjadi bagian dari dunia musik Sasak bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hati. “Rasanya bangga sekali bisa ikut melestarikan budaya daerah lewat lagu,” tuturnya. “Awalnya memang banyak rintangan, tapi lama-lama masyarakat mulai menerima dan bahkan mencintai musik Sasak.” ujarnya.

Baik Erny maupun Hendri sepakat bahwa dukungan masyarakat merupakan energi utama bagi berkembangnya musik Sasak. Mereka berharap genre ini terus hidup dan semakin dikenal luas, bahkan hingga ke luar pulau.

“Selama masih ada yang mau mendengar, kami akan terus bernyanyi untuk Sasak, untuk Lombok.” kata Hendri menutup percakapan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....