Film Pangku, Kisah Perjuangan Perempuan di Jalur Pantura
- 30 Okt 2025 13:20 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Film Pangku menjadi sorotan baru di industri perfilman Indonesia. Karya ini merupakan debut penyutradaraan panjang dari Reza Rahadian sekaligus produksi pertama rumah produksi Gambar Gerak. Ceritanya terinspirasi dari fenomena “kopi pangku” di jalur Pantura, tempat pelanggan membeli kopi sambil ditemani perempuan yang duduk di pangkuannya. Fenomena ini menjadi latar sosial yang jarang diangkat ke layar lebar, menghadirkan kisah tentang perempuan dan perjuangan hidup dalam keterbatasan pilihan.
Film ini mengikuti perjalanan Sartika, perempuan muda hamil yang merantau ke Pantura demi masa depan anaknya. Ia bertemu dengan Maya, pemilik kedai kopi yang diperankan Christine Hakim, yang awalnya tampak menolong namun kemudian membawa Sartika ke dunia keras praktik kopi pangku. Cerita ini mengupas dilema moral dan ekonomi yang dihadapi perempuan, serta bagaimana mereka bertahan di tengah sistem sosial yang menekan.
Pangku juga mempertemukan para aktor lintas generasi seperti Claresta Taufan, Christine Hakim, dan Fedi Nuril. Dengan skenario yang ditulis bersama Felix K. Nesi, film ini tak hanya menyoroti realitas sosial, tetapi juga menghadirkan kedalaman emosional yang kuat. Reza Rahadian mengaku ide film ini lahir dari pengamatannya langsung terhadap kehidupan masyarakat di jalur Pantura, dan ingin menjadikannya refleksi tentang harga diri, perjuangan, serta pilihan hidup perempuan.
Film ini sudah lebih dulu mencuri perhatian di ajang internasional. Pangku terpilih dalam program Hong Kong–Asia Film Financing Forum (HAF) dan diputar di Busan International Film Festival (BIFF) 2025. Dari akun resmi Instagram @filmpangku, film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 6 November 2025. Reza berharap karya ini bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga membuka ruang diskusi tentang empati, keadilan sosial, dan keberanian perempuan menghadapi hidupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....