Membangun Festival Film yang Menarik Layak Tonton

  • 14 Okt 2025 18:06 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Festival film yang menarik tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama dengan beberapa pihak antara pemerintah, komunitas film, hingga akademisi, agar festival tidak hanya menampilkan pemutaran film saja.

Dosen Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam FDIK UIN Mataram, Gemuh Surya Wahyudi, M.A., menegaskan, bahwa untuk menyediakan festival film yang menarik, membutuhkan keterlibatan banyak pihak, baik dari pemerintah, komunitas-komunitas film, hingga akademisi.

“Untuk membangun festival film yang menarik tentunya harus melibatkan banyak pihak. Sehingga festival itu tidak hanyak screening, melainkan non-screening juga untuk mengajak orang menonton, seperti bazaar, kritik film, dan sebagainya,” ujarnya usai menjadi narasumber dialog NTB Pagi, (25/9/2025).

Menurutnya, pengelolaan festival film di NTB sangat penting karena film adalah medium untuk menyampaikan pesan apapun. “Karena film itu adalah media massa, jadi penting sebenarnya untuk bagaimana kita mengelola fastival film itu, karena memang film salah satu cara untuk menyampaikan keresahan, kritik sosial, dan lain-lain,” ungkapnya.

Selain itu, melihat dunia perfilman saat ini, penikmat film harus membangun budaya menonton yang baik, seperti menonton film yang legal. Hal ini diharapkan dapat menciptakan sineas-sineas baru dari budaya menonton yang baik.

Lebih lanjut, Gemuh Surya mengutarakan tantangan yang biasanya dihadapi oleh penyelenggara film festival adalah mencari sponsorsif. Ia mengatakan sponsorsif sangat penting dan berpengaruh untuk konsep acara. “Kalau sponsor banyak tentunya akan lebih mudah mengkonsep suatu festival film,” jelasnya.

Selain sponsorsif, penyelenggaraan festival film menghadapi tantangan dalam tahap promosi, karena tidak hanya cukup dengan melalui plafform sosial media, tapi juga pada media-media yang ada di NTB juga menjadi pertimbangan jika mengadakan festival.

Mengelola festival film menarik tentunya menjadi hal yang sangat diharapkan oleh penyelenggara, sehingga dapat membangun budaya menonton pada masyarakat terutama di NTB.

Penulis: Anisah Chahyani Putri, Mahasiswa UIN Mataram, PKL RRI Mataram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....