Melestarikan Bahasa Daerah Melalui Permainan Tradisional

  • 28 Sep 2025 20:12 WIB
  •  Mataram

KBRN,Mataram: Permainan tradisional bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga merupakan sarana penting untuk memperkuat bahasa dan budaya daerah. Di era modern ini, banyak anak-anak yang lebih familiar dengan bahasa Indonesia atau bahkan bahasa asing, sehingga kurang mengenal bahasa ibu mereka. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya identitas budaya dan kearifan lokal yang terkandung dalam bahasa daerah.

Moh. Irwan Fendi, yang akrab dipanggil Fandika selaku Ketua Komunitas Bahasa Sasak Lombok Timur, dan Dr. Yadi Imansyah yang akrab dipanggil Yadi, selaku Ketua KPOTI NTB (Komite Permainan Olahraga Tradisional Indonesia), menyadari pentingnya melestarikan bahasa daerah melalui permainan tradisional. Mereka berupaya menghidupkan kembali permainan-permainan tradisional yang mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal, serta memperkenalkan permainan tersebut kepada generasi muda.

Salah satu contohnya adalah permainan gangsing. Gangsing bukan hanya sekadar permainan memutar kayu, tetapi juga mengandung filosofi tentang kebersamaan dan kompetisi. Dalam permainan gangsing, anak-anak belajar untuk bekerja sama, bersaing secara sehat, dan menerima kekalahan dengan lapang dada.

Selain gangsing, masih banyak lagi permainan tradisional lain yang memiliki makna dan nilai-nilai tersendiri. Ada hadang, tarik tambang, dagongan, gebuk bantal, egrang, dan lain sebagainya. Setiap permainan memiliki aturan dan cara bermain yang berbeda, namun semuanya mengajarkan tentang sportivitas, kerja sama, dan rasa cinta terhadap budaya sendiri.

Sayangnya, banyak orang tua yang kurang mengajarkan permainan tradisional kepada anak-anak mereka. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kesibukan kerja, kurangnya pengetahuan tentang permainan tradisional, atau anggapan bahwa permainan tradisional sudah ketinggalan zaman. Padahal, permainan tradisional memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak-anak, baik dari segi fisik, mental, maupun sosial.

Oleh karena itu, perlu adanya upaya bersama dari berbagai pihak, seperti keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat, untuk melestarikan permainan tradisional. Keluarga dapat memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak sejak dini. Sekolah dapat memasukkan permainan tradisional ke dalam kurikulum pendidikan. Pemerintah dapat memberikan dukungan kepada komunitas-komunitas yang bergerak di bidang pelestarian permainan tradisional. Masyarakat dapat mengadakan festival atau acara yang menampilkan permainan tradisional.

Dengan melestarikan permainan tradisional, kita tidak hanya menjaga warisan budaya bangsa, tetapi juga memperkuat identitas diri dan karakter generasi muda. Permainan tradisional adalah cermin dari nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita. Mari kita lestarikan permainan tradisional agar tetap hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....