Festival Teater Masih Relevan di Era Digital
- 19 Sep 2025 02:17 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Festival teater dinilai tetap relevan dan penting digelar di tengah gempuran media hiburan digital. Hal ini ditegaskan penulis naskah teater sekaligus sutradara, Eko Wahono, dalam dialog NTB Pagi Pro 1 RRI Mataram, Kamis (18/9/2025), yang mengangkat tema "Mengelola Festival Teater".
Menurut Eko Wahono, keberlangsungan festival teater merupakan syarat utama bagi eksistensi seni pertunjukan. Ia menilai, meski tontonan digital semakin mendominasi ruang publik, pengalaman menyaksikan pertunjukan langsung tidak dapat digantikan teknologi.
“Teater harus tetap berlangsung selama manusia ada, karena ia menjadi medium kabar tentang realitas sosial di sekitar kita. Feel pertunjukan langsung hanya bisa dirasakan saat berinteraksi dengan penonton, bukan melalui kamera,” jelasnya.
Lebih jauh, Eko menegaskan festival teater tidak hanya berfungsi sebagai ruang pementasan, melainkan juga wadah kolaborasi, pertukaran ide, dan pembentukan komunitas seni. Dalam konteks era digital, ruang-ruang dialektika dan literasi teater harus diperkuat agar pelaku seni dapat merespons tantangan zaman.
“Kita tidak bisa melawan perkembangan digital, tetapi bisa menyikapinya dengan membangun jejaring, ruang diskusi, dan arsip pengetahuan. Dari ruang itulah lahir tradisi baru yang bermanfaat, misalnya dalam bentuk karya ilmiah atau buku,” tambahnya.
Terkait regenerasi, Eko menilai festival teater berperan penting memperkenalkan seni pertunjukan kepada generasi muda. Ia menekankan, sebuah pementasan harus memukau sejak menit pertama agar mampu menarik perhatian penonton yang akrab dengan budaya digital.
“Pertunjukan teater harus lahir dari riset mendalam agar naskah yang dihasilkan otentik. Dari riset itulah muncul eksposisi, klimaks, hingga simpulan yang dapat memberi kesan kuat bagi penonton,” ujarnya.
Pada usia 60 tahun, Eko berharap festival teater di Mataram dan NTB terus menjadi ruang dialektika yang melahirkan pengetahuan kolektif.
“Dengan tradisi berbagi pengetahuan, teater tidak hanya hidup di panggung, tapi juga terekam dalam literasi untuk generasi mendatang,” pungkasnya.
Penulis: Dian Ferdinawan Mahasiswa PKL UIN Mataram di RRI Mataram
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....