Bang Ameng, Radio di Antara Gempuran Era Digital
- 10 Agt 2025 18:39 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Amirudin, yang akrab disapa Bang Ameng, adalah salah satu penggiat radio yang menjalani kesehariannya sebagai penyiar. Dengan tegas, ia menepis anggapan bahwa radio mulai ditinggalkan di era digital saat ini. “Siapa bilang radio mulai ditinggalkan? Itu salah besar,” ujarnya.
Menurut Bang Ameng, pada tahun 2025 ini justru pendengar radio terus meningkat. Dari pengalamannya selama satu musim siaran, ia menerima panggilan dari sekitar 15 penelpon dalam durasi 10 hingga 20 menit. Rata-rata setiap penelpon bercengkrama selama dua menit, menunjukkan interaksi yang hangat dan intens dengan pendengar.
Salah satu alasan mengapa banyak pendengar lebih memilih radio adalah kemudahan aksesnya.
“Kalau lewat YouTube, pendengar harus mengeluarkan biaya kuota dan bergantung pada jaringan internet. Sedangkan radio, yang penting ada listrik, sudah bisa didengarkan kapan saja,” jelas Bang Ameng. Selain itu, radio juga menjadi media yang efektif membangun silaturahmi dan relasi antarpendengar.
Pengalaman menarik datang dari salah satu fans radio, Ibu Marni. Saat mengadakan pertemuan komunitas pendengar di rumahnya, tetangga yang penasaran bertanya tentang acara tersebut. Dari situ, mereka mengetahui ada kawan baru melalui radio dan akhirnya ikut mendengarkan. Radio juga sering diputar melalui pengeras suara di masjid saat gotong royong dan kegiatan lain, terutama lagu daerah yang sangat disukai masyarakat setempat.
Bang Ameng menambahkan, radio menjadi hiburan sekaligus sarana refreshing yang asyik karena bisa dinikmati sambil melakukan aktivitas lain. Pendengar juga membentuk komunitas aktif di Lombok yang rutin mengadakan acara seperti arisan dan silaturahmi. Sambutan hangat dan kebersamaan ini membuktikan bahwa kekuatan radio tetap kuat hingga kini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....