Roblox: Permainan Populer, Tapi Apakah Aman Untuk Anak-Anak-Anak?
- 07 Mar 2025 22:20 WIB
- Mataram
KBRN,Mataram: M. Wahyu Riro Agil Saputra, mahasiswa Universitas Mataram (UNRAM) yang juga seorang gamers di Lombok, menjelaskan fenomena game Roblox yang semakin populer di kalangan anak-anak dan remaja di indonesia. "Roblox ini termasuk game sandbox, yang merupakan game multi genre," jelas Agil.
Roblox menawarkan pengalaman roleplay di mana karakter bisa menjadi berbagai profesi, costum karakter, action, horor, dan lain sebagainya. "Layaknya kehidupan nyata yang dituangkan dalam game," tambahnya. Keunggulan lainnya adalah aksesibilitasnya yang luas, bisa dimainkan di berbagai platform seperti smartphone, tablet, dan PC.
Popularitas Roblox terlihat dari jumlah pengunduhannya di Playstore yang mencapai lebih dari satu miliar dengan rating yang sangat tinggi. Game ini bersaing dengan 34 juta pengguna yang memberikan rating.
Berdasarkan data dari laman resmi Roblox, game ini didirikan pada tahun 2004 dan diluncurkan secara legal ke publik pada tahun 2006 oleh David Baszucki dan Erick Cassel. Markas utamanya berada di San Mateo, California.
Di Indonesia, Roblox mulai mengalami peningkatan popularitas pada tahun 2016 dengan pengguna aktif mencapai 30 juta. Pada tahun 2019, jumlah pengguna meningkat menjadi 90 juta. Data ini diperoleh dari Ensiklopedia yang mencatat perkembangan pengguna Roblox di Indonesia. Saat ini, Roblox dimainkan oleh berbagai kalangan, mulai dari usia 4 tahun ke atas hingga dewasa.
"Yang membedakan Roblox dengan game lainnya adalah sistem top up untuk mendapatkan karakter premium," jelas Agil. "Mereka bisa mengeksplorasi lebih dalam game ini, namun harus diawasi oleh orang tua, terutama untuk anak-anak."
Agil menambahkan bahwa beberapa kasus penyalahgunaan game Roblox terjadi di luar negeri, seperti di Amerika, di mana anak-anak usia dini sering kali menghabiskan uang orang tua untuk mendapatkan item dalam game. "Ini terkait dengan akun smartphone mereka," jelasnya.
Di NTB Lombok, Agil menemukan fenomena di mana anak-anak usia sekolah dasar sudah paham cara saling bertukar akun player ID untuk bermain bersama. "Ini menunjukkan bahwa aktivitas sosial mereka sudah teralihkan ke media sosial untuk interaksi," ujarnya. "Mereka bisa berkomunikasi satu sama lain dalam game."
Fenomena Roblox menunjukkan bahwa dunia maya semakin meresap dalam kehidupan anak-anak dan remaja di Lombok. Penting bagi orang tua untuk memahami dan mengawasi aktivitas anak-anak di dunia maya agar tidak terjadi penyalahgunaan dan dampak negatif lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....