Malaysia dan Singapura Pasar Ekspor Kerajinan Rotan dari Lombok
- 30 Jun 2026 14:58 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Ada 10 negara pasar ekspor rotan dari NTB yang menjadi tujuan importir Bale Rattan.
- Sejak 2024, kerajinan rotan menjadi pilihan konsumen untuk home decoration.
- Motif anyaman rotan mata walik, bintulu lugu, kepang. Sama Ketika membuat tikar ruang tamu dari rotan. Termasuk kursi dari bahan rotan.
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Covid-19 yang melanda dunia sempat mempengaruhi permintaan impor kerajinan dari Indonesia ke Malaysia, dan Singapura. Dua negara pasar utama kerajinan Nusa Tenggara Barat (NTB) di Asia Tenggara.
Situasi itu membuat otoritas moneter di dalam negeri turun tangan membantu perajin. Sejumlah pameran digencarkan pasca dunia internasional menyatakan pandemi mulai mereda. Mobilitas wisatawan pun kembali bergerak, begitu pula pasar ekspor, dan impor seperti dari Negara Matahari Terbit, yaitu Jepang. Situasi global yang sempat terhenti akibat pandemi juga menurunkan permintaan ekspor rotan dari NTB.
Nurmala Lia Hidayati, pemilik Bale Rattan mengatakan, ada 10 negara pasar ekspor rotan dari NTB yang menjadi tujuan importir Bale Rattan. Sejak 2024, kerajinan rotan menjadi pilihan konsumen untuk home decoration. Untuk menyelesaikan satu produk kerajinan tangan, seorang perajin butuh waktu sehari. Contohnya, ketika membuat satu unit produk tas rotan.
“Bale Rattan pernah mengirim 1.000 unit tas rotan yang melibatkan sekitar 50 orang. Setelah melalui quality control, produk kerajinan rotan dapat diekspor ke luar negeri. Kualitas ekspor tersebut dibandrol harga ratusan ribu rupiah. Harga juga menyesuaikan dengan ukuran produk,” kata Lia, kepada RRI di toko miliknya yang berlokasi di Sengkol, Kecamatan Pujut.
Lia pun menceritakan seputar rotan. Menurutnya, peminat tas dari rotan juga datang dari Pulau Jawa. Dalam sepekan, pengusaha dapat mengirim produk ke Pulau Jawa. Kualitas produk sama dengan produk yang dikirim ke luar negeri. Ada pula tas jinjing dari bambu yang mendampingi tas rotan.
Masih seputar rotan dikatakan, perajin rotan di Lombok banyak berasal dari Desa Lekor, Janapria, Lombok Tengah. Kerajinan dianyam secara turun-temurun lewat bahan baku rotan yang didatangkan dari Kalimantan, sedangkan rumput ketak dari hutan di Lombok. Ketak dapat dibudidayakan dan saat ini banyak ditemui tumbuh di Lombok Barat.
“Kerajinan rotan di desa memiliki kekhususan masing-masing. Ada yang spesial membuat tas, ada pula yang membuat kotak perhiasan, pakaian, pot, nampan. Penerapan motif anyaman bahan rotan, antara lain, rotan untuk partisi, kap lampu, dinding dan atap rumah, tas, topi keranjang, keranjang tempat kue,” kata Lia.
Membuka buku tentang anyaan rotan, pembuatan keranjang menggunakan beberapa motif yang dikombinasikan, seperti motif mata walik, Bintulu lugu, kepang. Motif itu juga untuk membuat tikar ruang tamu dari bahan rotan. Proses pembuatannya yang sama untuk kursi rotan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....