Menjaga Harmoni dari Halaman Pura: Cara Polda NTB Menyambut Hari Bhayangkara ke-80
- 14 Jun 2026 09:48 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Mentari pagi baru saja menyinari kawasan bersejarah Mayura di Kota Mataram, ketika puluhan personel Polda NTB mulai bergerak menyapu halaman, mengumpulkan dedaunan, dan membersihkan sudut-sudut kawasan Pura Jagat Natha. Tak ada seragam dinas yang menunjukkan jarak dengan masyarakat. Yang terlihat justru semangat gotong royong dan kebersamaan.
Di tengah kesibukan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda NTB memilih memulai perayaan dengan aksi sederhana namun bermakna: membersihkan tempat ibadah dan kawasan wisata budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Jumat pagi 12 Juni 2026, kawasan Pura Jagat Natha Mayura menjadi saksi bagaimana semangat pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui tugas-tugas penegakan hukum. Kadang, pengabdian hadir lewat sapu, cangkul, dan kerja bersama menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman.
Kegiatan kurve atau gotong royong itu dipimpin langsung oleh Direktur PPA/PPO Polda NTB bersama Kabid Dokkes Polda NTB. Seluruh personel yang terlibat bekerja berdampingan dengan pengurus pura, menciptakan suasana hangat yang mencerminkan nilai kebersamaan dan toleransi.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Menurutnya, kebersihan lingkungan, terutama kawasan tempat ibadah dan fasilitas publik, merupakan tanggung jawab bersama yang perlu terus dijaga.
Lebih dari sekadar membersihkan area pura, kegiatan itu menjadi simbol kedekatan Polri dengan masyarakat. Di usia ke-80 tahun, Polri ingin menunjukkan bahwa keberadaannya tidak hanya hadir saat masyarakat membutuhkan perlindungan dan keamanan, tetapi juga dalam berbagai aktivitas sosial yang memberi manfaat langsung.
"Ini merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Polri dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Delapan dekade bukanlah waktu yang singkat, melainkan perjalanan yang penuh tantangan, perjuangan, dan pengabdian," ujar Kholid.
Pura Jagat Natha sendiri bukan hanya tempat ibadah umat Hindu, tetapi juga bagian dari kawasan wisata budaya Mayura yang menyimpan nilai sejarah penting bagi Kota Mataram. Menjaga kebersihan dan kelestariannya berarti ikut menjaga warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat NTB.
Kehadiran personel Polda NTB mendapat sambutan hangat dari pengurus pura. Mereka mengapresiasi kepedulian aparat kepolisian terhadap kebersihan lingkungan dan pelestarian kawasan yang memiliki nilai spiritual sekaligus budaya tersebut.
Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, semangat gotong royong yang diperlihatkan pagi itu menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan dan ketertiban tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum. Kepedulian terhadap lingkungan, penghormatan terhadap keberagaman, serta kemauan untuk bekerja bersama masyarakat juga merupakan bagian dari wajah Polri yang ingin terus hadir di tengah rakyat.
Hari Bhayangkara ke-80 pun tidak sekadar menjadi momentum perayaan institusi, melainkan ruang untuk memperkuat ikatan sosial, menumbuhkan kepedulian, dan merawat harmoni yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....