Kombes Pol Dewa Wijaya: Tegas di Medan Tugas, Humanis dalam Misi Kemanusian

  • 28 Mei 2026 21:21 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Nama Kombes Pol Dewa Wijaya dikenal luas sebagai sosok polisi lapangan yang memiliki pengalaman panjang dalam penegakan hukum, operasi khusus, hingga misi kemanusiaan. Kariernya yang terbentang dari dunia penerbangan kepolisian, reserse kriminal, hingga operasi penyelamatan bencana menjadikannya figur perwira yang dikenal tegas, disiplin, sekaligus dekat dengan masyarakat.

Bagi banyak orang, Dewa Wijaya bukan sekadar aparat penegak hukum. Ia adalah potret anggota Polri yang tumbuh dari medan tugas, ditempa oleh pengalaman, dan terbiasa berada di garis depan dalam situasi penuh risiko.

Perjalanan pengabdiannya dimulai dari dunia kepolisian udara. Sebelum dikenal sebagai perwira reserse, Dewa Wijaya merupakan bagian dari tim khusus Polisi Udara dan menjalani pendidikan penerbang di sekolah penerbang TNI Angkatan Udara. Pengalaman itu membentuk ketangguhan fisik dan mentalnya sebagai aparat yang terbiasa menghadapi tekanan tinggi.

Berbagai latihan intensif hingga penugasan di wilayah konflik, baik di dalam maupun luar negeri, menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas kepemimpinannya. Dari situlah karakter disiplin dan ketegasan Dewa Wijaya mulai terbentuk.

Kariernya kemudian berkembang di lingkungan Polda Metro Jaya. Ia beberapa kali dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Kasat Reskrim dan menangani beragam kasus kejahatan umum maupun kejahatan khusus. Pengalaman sebagai eksekutor lapangan dalam pengungkapan kasus-kasus besar membuat namanya dikenal sebagai sosok perwira yang cepat mengambil keputusan dan memiliki naluri kepemimpinan kuat.

“Seorang anggota polisi harus selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan rasa aman dan kepastian,” ujar Kombes Pol Dewa Wijaya.

Namanya semakin mendapat perhatian publik nasional saat peristiwa serangan teror di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Januari 2016. Dalam situasi mencekam tersebut, tim yang dipimpinnya dari jajaran Polairud turut berperan dalam melumpuhkan aksi teror yang mengguncang ibu kota.

Peristiwa itu menjadi salah satu momentum yang memperlihatkan kemampuan Dewa Wijaya dalam menghadapi situasi kritis dengan cepat dan terukur. Ketegasan di lapangan berpadu dengan kemampuan koordinasi yang matang menjadi ciri kepemimpinannya.

Namun, wajah pengabdian Dewa Wijaya tak hanya terlihat dalam operasi penegakan hukum. Sisi kemanusiaannya tampak kuat ketika gempa bumi berkekuatan 7,0 SR mengguncang Pulau Lombok pada Agustus 2018.

Saat itu, Dewa Wijaya menjabat sebagai Kasatrolda Pol Air Polda NTB. Di tengah kepanikan ribuan wisatawan yang terjebak di kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, ia memimpin langsung operasi evakuasi besar-besaran menuju Pelabuhan Bangsal.

Dengan mengerahkan sejumlah kapal patroli, jajaran Polair Polda NTB berhasil mengevakuasi lebih dari 2.700 wisatawan domestik maupun mancanegara demi menghindari ancaman gempa susulan.

Di tengah situasi darurat, Dewa Wijaya tampil tenang. Ia terlihat turun langsung menenangkan wisatawan yang panik dan mengatur proses evakuasi agar berjalan tertib. Sikap sigap dan kepemimpinannya saat itu menjadi sorotan media nasional hingga internasional.

“Dalam situasi bencana, yang paling utama adalah menyelamatkan nyawa dan memastikan masyarakat merasa tidak sendiri menghadapi keadaan,” kata Dewa Wijaya mengenang operasi kemanusiaan tersebut.

Tak berhenti pada proses evakuasi, ia juga menginisiasi pendirian Yayasan NTB Bersatu sebagai wadah penyaluran bantuan sosial dan pemulihan wilayah terdampak gempa di Pulau Lombok. Langkah itu menjadi bentuk kepedulian jangka panjang terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Pengalaman panjang di bidang antiteror, reserse kriminal, penerbangan, hingga misi kemanusiaan membuat Kombes Pol Dewa Wijaya dikenal sebagai figur polisi lapangan dengan kombinasi ketegasan, kepemimpinan, dan kepedulian sosial yang kuat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....