Warige Pemandu Petani Lombok Selatan

  • 03 Mei 2026 06:36 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - April 2026 berganti Mei lalu Juni. Waktu ketika musim hujan berangsur pergi dari Pulau Lombok, seiring bertiupnya angin Tenggara yang melintasi Nusa Tenggara Barat (NTB). Di Bangket Parak, Pujut, panen padi baru saja selesai, dan meninggalkan sisa-sisa tanaman di atas permukaan tanah yang berlumpur.

Sekam padi tertumpuk rata di beberapa petak menyelimuti ladang yang siap menyambut siklus tanam berikutnya. Di musim kemarau, tanaman palawija merupakan komoditi yang tepat untuk ditanam atau semangka, melon.

Geografis alam di Kecamatan Pujut, sama dengan beberapa daerah di Lombok Tengah lainnya, Lombok Timur, dan Lombok Barat bagian Selatan. Daerah yang rata-rata memiliki karakteristik alam lebih gersang daripada Lombok bagian utara. Tanahnya terdiri dari tanah liat yang minim air dan mudah mengembang saat terkena air, lalu cepat mengeras ketika kering. Perlu cangkul, dan linggis untuk membalikan tanah yang mirip lukisan abstrak para perupa kontemporer ini.

Mengolah sawah Selatan Lombok memerlukan ketepatan dalam menggerjakannya. Apakah jauh sebelum hujan pertama turun atau ketika hujan mulai menghilang? Jenis padi yang diitanam, kadang merupakan benih padi yang berumur pendek. Petani di Selatan Lombok, seperti di Bangket Parak, ada yang berpedoman pada kalender tradisional untuk memulai musim tanam, semacam kalender tradisional berisi hari dan tanggal yang menerangkan karakteristik musim. Kalender itu disebut Warige, yang juga menerangkan hari-hari yang dianggap baik untuk melaksanakan praktik keagamaan, tradisi, maupun adat istiadat.

Hasil telusur pustaka Khaerul Anwar, tentang Gora, Sejarah Peradaban Pertanian di Lombok, terbitan Penerbit KOMPAS, tahun 2023, kalender tradisional Warige berupa garis empat persegi yang digambar pada sebuah papan kayu. Gambar empat persegi itu dibagi menjadi enam kolom ke kiri-kanan serta lima kolom dari atas ke bawah. Kolom diberi tanda X, namun, ada kolom yang tidak terisi simbol atau kosong atau disebut sung. Kolom dari kiri ke kanan berisi jumlah hari dalam seminggu, dibaca dari kanan mulai hari Jumat.

Ismail Yasin, pakar Ilmu Tanah dan Iklim dari Universitas Mataram adalah peneliti El Nino, juga mempelajari Warige. Ia menerjemahkan Warige ke dalam konteks ilmiah. Dalam teks yang dikirim ke RRI, 30 April 2026, penamaan tahun di Kalender Sasak dilihat dari hari apa jatuhnya tanggal 1 Muharram dan nilai Neptunya. Tahun ALIF, HE, IM AWAL, SE atau TSE, DAL, BE, WAU, JIM AKHIR. Penamaan tahun ini merupakan tahun WINDU, tahun ke-1 sampai ke-8. Nilai penamaan ini berguna untuk menetapkan sifat tahun basah secara keseluruhan.

Membaca Warige juga memperhatikan waktu tumbuk, yaitu kuluminasi matahari di atas Pulau Lombok, dan nyale. Peristiwa yang kedua merupakan peristiwa yang diistimewakan oleh masyarakat Sasak di Lombok. Cacing nyale erat kaitannya dengan legenda puteri Mandalika yang melarungkan diri ke Laut Selatan. Nyale adalah sejenis cacing wawo yang berwarna-warni. Tanggal, hari bulan nyale juga memiliki pengaruh terhadap prakiraan sifat hujan lokal di Lombok terutama di sepanjang Pantai Selatan. Sehingga ketika muncul di Pantai Selatan Lombok, dirayakan secara besar-besaran lewat tradisi menangkap nyale.

Membaca atau menghitung sifat tahun berdasarkan Warige terhubung dengan sains. Warige bukti kecermatan sekaligus kearifan luhur masyarakat Sasak dalam membaca fenomena alam, kemudian menjadikannya semacam metode untuk memprediksi cuaca. Tidak dipungkiri, kekayaan budaya ini berpotensi luntur ketika dihadapkan pada jumlah pembacanya yang semakin sedikit karena dianggap rumit. Lebih lagi, di Tengan zaman sekarang yang serba instan.

Leluhur Suku Sasak pada praktiknya sudah mewariskan satu peninggalan budaya yang dapat dibenarkan dan dipahami maknanya. Warige pula yang membawa masyarakat Sasak pada pengertian survive di tengah kesulitan, dan Tangguh secara efisien dalam bercocok tanam sebagai mata pencaharian penduduk Lombok Selatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....