Warga NTB Keluhkan Kenaikan Harga BBM dan LPG di Siaran Hallo RRI

  • 20 Apr 2026 10:12 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Mataram — Suasana siaran Program Hallo RRI di Pro 1 RRI Mataram pada Senin, 20 April 2026 terasa berbeda. Sejak pukul 09.00 Wita, sambungan telepon dari masyarakat yang masuk, menandakan tingginya keresahan warga terhadap kenaikan harga energi, khususnya BBM dan LPG.

Penyiar Apriana dan Mardiana yang memandu jalannya siaran menyadari bahwa program interaktif tersebut telah berubah menjadi ruang penyampaian aspirasi masyarakat. Warga dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan keluhan serupa, yakni harga kebutuhan energi yang kian meningkat dan sulit dijangkau.

Salah satu keluhan utama berkaitan dengan LPG 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas “melon”. Harga yang semula berada di kisaran Rp20.000 per tabung, kini dilaporkan mencapai Rp30.000.

“Bukan cuma mahal, tapi juga susah dicari,” ujar seorang penelepon, menggambarkan kondisi yang dirasakan masyarakat di sejumlah daerah.

Dalam siaran tersebut, masyarakat juga menyoroti kenaikan harga BBM, khususnya jenis non-subsidi. Pertamax Turbo dilaporkan menyentuh kisaran Rp20.000 per liter, sementara Dexlite dan Pertamina Dex berada pada harga yang lebih tinggi.

Meski BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar masih berada pada harga resmi, kondisi di lapangan menunjukkan adanya perbedaan. Harga di tingkat pengecer kerap lebih tinggi dari yang ditetapkan.

Ira, seorang ibu rumah tangga di Lombok Utara, mengungkapkan bahwa dirinya harus membeli Pertalite dengan harga yang jauh lebih mahal.

“Kalau di SPBU mungkin beda, tapi tidak semua dekat atau mudah dijangkau,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga Kuripan, Lombok Barat. Ibu Aisyah menuturkan bahwa kenaikan harga LPG di wilayahnya disertai dengan sulitnya memperoleh gas LPG.

“Kami harus saling berebut untuk mendapatkan gas,” katanya.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada masyarakat umum, tetapi juga dirasakan oleh aparatur sipil negara (ASN). Kenaikan harga energi dinilai turut meningkatkan beban pengeluaran rumah tangga dan berpotensi menurunkan daya beli.

Pada akhir siaran, disampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan penimbunan BBM dan menggunakan energi secara bijak. Pedagang eceran juga diingatkan untuk tidak menaikkan harga secara sepihak. (RRI/Joe)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....